Putra, Rian Sandra (2026) KEBIJAKAN EKSPOR CHIP AMERIKA SERIKAT KE TIONGKOK TAHUN 2025. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
cover dan abstrak.pdf - Published Version Download (394kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I (Pendahuluan).pdf - Published Version Download (499kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V (Kesimpulan).pdf - Published Version Download (350kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (385kB) |
|
|
Text (Full Text)
Skripsi Fulltext Rian Sandra Putra.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Persaingan strategis Amerika Serikat–Tiongkok semakin berpusat pada penguasaan semikonduktor maju sebagai fondasi kecerdasan artifisial, kekuatan ekonomi, dan kapabilitas militer. Namun, kebijakan Amerika Serikat pada 2025 memperlihatkan kontradiksi karena pembatasan teknologi tetap dipertahankan, sementara ekspor chip tertentu kepada Tiongkok dilonggarkan melalui mekanisme lisensi selektif. Kontradiksi tersebut penting dikaji dalam Hubungan Internasional dan Ekonomi Politik Global karena menunjukkan bahwa kebijakan keamanan teknologi tidak hanya ditentukan oleh ancaman eksternal, tetapi juga oleh persaingan kepentingan domestik. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor politik domestik Amerika Serikat memengaruhi pembentukan kebijakan ekspor chip ke Tiongkok tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, metode penelitian studi kepustakaan, dan analisis data sekunder dari dokumen pemerintah, laporan perusahaan, serta publikasi lembaga penelitian. The Governmental Politics Model Graham T. Allison digunakan sebagai alat analisis untuk mengidentifikasi pengaruh dinamika politik domestik terhadap pembentukan kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi pemerintah merupakan variabel paling dominan karena distribusi kekuasaan yang tidak seimbang memungkinkan Presiden Donald Trump menentukan arah akhir kebijakan dan menghubungkan lisensi chip dengan agenda perdagangan bilateral. Dominasi kepresidenan mampu mengubah preferensi pembatasan birokrasi dan komunitas keamanan, terutama ketika kepentingan industri, kerugian perusahaan, serta kebutuhan leverage ekonomi memperkuat koalisi pelonggaran. Meskipun demikian, Bureau Industry and Security, Kongres, dan komunitas keamanan nasional membatasi liberalisasi penuh melalui persyaratan lisensi, pemeriksaan pengguna akhir, dan pengawasan politik.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Amerika Serikat–Tiongkok, Kebijakan Ekspor Chip, Politik Domestik, The Governmental Politics Model, Semikonduktor. |
| Subjects: | J Political Science > J General legislative and executive papers J Political Science > JK Political institutions (United States) J Political Science > JS Local government Municipal government J Political Science > JZ International relations K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Hubungan Internasional |
| Depositing User: | S1 Hubungan Internasional |
| Date Deposited: | 29 Aug 2026 02:41 |
| Last Modified: | 29 Aug 2026 02:41 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533952 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]