Potensi Limbah Ampas Kopi sebagai Penghasil Biogas dengan Starter EM4 dan Kotoran Sapi

Syaputra, Reyhan (2026) Potensi Limbah Ampas Kopi sebagai Penghasil Biogas dengan Starter EM4 dan Kotoran Sapi. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (261kB)
[img] Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (231kB)
[img] Text (Bab V)
03. Bab V.pdf - Published Version

Download (151kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (255kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Energi merupakan kebutuhan dasar yang terus meningkat, sementara ketergantungan pada energi fosil menimbulkan keterbatasan cadangan dan dampak lingkungan. Pemanfaatan biogas dari limbah ampas kopi menjadi solusi potensial, namun tingginya rasio karbon terhadap nitrogen (C/N) dan kadar lignin pada ampas kopi menjadi kendala utama karena dapat memperlambat proses fermentasi. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan penambahan kotoran sapi sebagai sumber nitrogen dan inokulum alami, serta starter Effective Microorganism 4 (EM4) untuk mempercepat degradasi bahan organik. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi ampas kopi dengan campuran kotoran sapi dan EM4 serta pengaruh variasi rasio C/N terhadap volume, komposisi, dan kualitas biogas. Metode yang digunakan adalah digesti anaerob dalam digester terapung skala laboratorium dengan empat variasi: satu digester kontrol (ampas kopi, air, EM4) dan tiga digester uji (ampas kopi, kotoran sapi, EM4) dengan rasio C/N 21, 25, dan 29. Parameter yang diamati meliputi volume biogas harian selama 30 hari, komposisi CH₄ dan CO₂ dengan spektrofotometer, nilai pH selama proses fermentasi, serta uji nyala api. Hasil menunjukkan bahwa variasi C/N 29 menghasilkan volume total biogas tertinggi sebesar 8,19 liter, diikuti C/N 25 (6,12 liter), C/N 21 (4,47 liter), dan kontrol (2,55 liter). Kadar metana tertinggi juga diperoleh pada C/N 29 sebesar 29,18% dengan CO₂ terendah 67,82%, serta menghasilkan nyala api biru terang yang stabil, yang mengindikasikan kualitas pembakaran terbaik dibandingkan variasi lainnya. Kesimpulannya, pengaturan rasio C/N 29 merupakan kondisi optimal untuk produksi biogas dari ampas kopi, sehingga pemanfaatan limbah ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan tetapi juga mendukung penyediaan energi terbarukan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Ir. Iskandar R., MT
Uncontrolled Keywords: Biogas; Ampas kopi; Kotoran sapi; Digesti anaerob; Rasio C/N; EM4; Energi terbarukan
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: S1 Teknik Mesin
Date Deposited: 28 Aug 2026 09:03
Last Modified: 28 Aug 2026 09:03
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533920

Actions (login required)

View Item View Item