Analisis Efisiensi Biaya Pemanfaatan Energi Alternatif Biogas Di Ptpn Iv Regional 1 Sumatera Utara Unit Pabrik Kelapa Sawit Hapesong

Adawiyah, Na'imatul (2026) Analisis Efisiensi Biaya Pemanfaatan Energi Alternatif Biogas Di Ptpn Iv Regional 1 Sumatera Utara Unit Pabrik Kelapa Sawit Hapesong. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (130kB)
[img] Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (263kB)
[img] Text (Bab V)
03. Bab V.pdf - Published Version

Download (25kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (256kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) sebagai sumber energi alternatif tambahan melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) merupakan salah satu upaya meningkatkan efisiensi biaya sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi biaya pemanfaatan energi alternatif biogas di PTPN IV Regional 1 Sumatera Utara Unit Pabrik Kelapa Sawit Hapesong serta menentukan alternatif keputusan yang paling menguntungkan dan efisien antara menghentikan atau meneruskan fasilitas PLTBG dengan menggunakan pendekatan akuntansi diferensial. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan berupa dokumen operasional dan biaya perusahaan periode Oktober 2024-September 2025. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi biaya relevan, menghitung tarif biaya energi listrik per kWh dan membandingkannya, kemudian membandingkan manfaat dan pengorbanan dari masing-masing alternatif menggunakan analisis biaya diferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif menghentikan PLTBG menghasilkan biaya relevan sebesar Rp799.886.836 dengan tarif biaya listrik Rp1.654/kWh, sedangkan alternatif meneruskan PLTBG menghasilkan total biaya relevan sebesar Rp948.990.277 dengan tarif biaya listrik sebesar Rp1.267,08/kWh. Analisis biaya diferensial menunjukkan bahwa alternatif meneruskan PLTBG memberikan manfaat diferensial sebesar Rp1.680.608.590 dengan total pengorbanan Rp1.491.544.720, sehingga menghasilkan keuntungan diferensial sebesar Rp189.063.870. Selain meningkatkan efisiensi biaya penyediaan listrik, pemanfaatan PLTBG bersama PLTU berbahan bakar biomassa mampu mengoptimalkan pemanfaatan limbah padat dan POME sebagai sumber energi terbarukan, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, menekan potensi emisi gas rumah kaca melalui pemanfaatan metana, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Cipta Budiman, S.Si., M.M ; Rina Sari, S.P., M.Si
Uncontrolled Keywords: Akuntansi Diferensial; Efisiensi Biaya; Keberlanjutan; PLTBG; PLTU; POME; Pengambilan Keputusan.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agribisnis
Depositing User: S1 Agribisnis Agribisnis
Date Deposited: 28 Aug 2026 03:55
Last Modified: 28 Aug 2026 03:55
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533818

Actions (login required)

View Item View Item