Eksplorasi Cendawan Entomopatogen dari Rizosfir Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Dengan Pola Tanam Yang Berbeda

Manday, Salsabila Paris (2026) Eksplorasi Cendawan Entomopatogen dari Rizosfir Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Dengan Pola Tanam Yang Berbeda. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Text (Cover dan Abstrak).pdf - Published Version

Download (268kB)
[img] Text (Bab I. Pendahuluan)
Text (Bab I. Pendahuluan).pdf - Published Version

Download (229kB)
[img] Text (Bab V. Penutup)
Text (Bab V. Penutup).pdf - Published Version

Download (196kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Text (Daftar Pustaka).pdf - Published Version

Download (252kB)
[img] Text (Skripsi Full)
Text (Skripsi Full Text).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Produktivitas mentimun (Cucumis sativus L.) di Indonesia cenderung menurun akibat serangan hama, sehingga diperlukan alternatif pengendalian hayati menggunakan cendawan entomopatogen. Rizosfir tanaman diketahui sebagai habitat kaya nutrisi yang mendukung keanekaragaman cendawan entomopatogen, dan sistem pola tanam polikultur diduga meningkatkan keragaman mikroorganisme rizosfir. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi cendawan entomopatogen dari rizosfir mentimun dengan pola tanam berbeda. Penelitian bersifat eksploratif deskriptif dan eksperimen. Sampel tanah diambil dari rizosfir lahan monokultur dan polikultur, kemudian cendawan diisolasi dengan metode insect bait menggunakan larva Tenebrio molitor. Isolat yang didapat selanjutnya dilakukan uji patogenesitas terhadap larva T. molitor. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian diperoleh 32 isolat cendawan (15 dari monokultur, 17 dari polikultur) yang seluruhnya mampu mematikan larva T. molitor dengan mortalitas 7,5–100%. Hasil penelitian menunjukkan 25 isolat yang bergejala mikosis. Identifikasi makroskopis dan mikroskopis ditemukan dua genus cendawan, yaitu Fusarium sp. (19 isolat) dan Metarhizium sp. (6 isolat), dengan mortalitas dan mikosis tertinggi (100%) pada isolat B1.1 dari genus Metarhizium. Kelimpahan cendawan rizosfir lebih tinggi pada lahan polikultur dibandingkan monokultur.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Ir. Novri Nelly, MP ; Prof. Dr. Ir. Trizelia, M.Si
Uncontrolled Keywords: Cendawan entomopatogen; mentimun; rizosfir; pola tanam; Metarhizium sp.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Proteksi Tanaman
Depositing User: S1 Proteksi Tanaman
Date Deposited: 28 Aug 2026 08:38
Last Modified: 28 Aug 2026 08:38
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533693

Actions (login required)

View Item View Item