Dyanti, Ruth (2026) Proses Optimasi Produksi Bakteriosin dari Lactiplantibacillus plantarum sebagai Antibakteri melalui Response Surface Methodology. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. cover & abstrak)
01. Cover & abstrak.pdf - Published Version Download (538kB) |
|
|
Text (02. BAB l)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (429kB) |
|
|
Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (408kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (327kB) |
|
|
Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Kasus resistensi antibiotik dan kontaminasi pangan oleh bakteri patogen semakin meningkat sehingga mendorong pengembangan antibakteri alami, salah satunya bakteriosin yang dihasilkan oleh Lactiplantibacillus plantarum. Akan tetapi, produktivitas bakteriosin sangat dipengaruhi oleh kondisi fermentasi, sehingga diperlukan optimasi untuk memperoleh produksi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi fermentasi optimum dalam memproduksi bakteriosin oleh Lactiplantibacillus plantarum sebagai antibakteri serta mengevaluasi kemampuan antibakterinya terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian diawali dengan penentuan kurva pertumbuhan L. plantarum untuk memperoleh waktu fermentasi optimum. Optimasi produksi bakteriosin dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan rancangan Box-Behnken Design (BBD) melalui variasi tiga faktor, yaitu konsentrasi glukosa (1-3%), konsentrasi pepton (0,5-1,5%), dan pH media fermentasi (5,5-6,5). Aktivitas antibakteri ditentukan menggunakan metode sumur agar dengan teknik soft agar overlay. Konsentrasi protein bakteriosin dianalisis menggunakan metode Bradford, sedangkan aktivitas spesifik dihitung dalam satuan AU/mg protein. Kemampuan penghambatan bakteriosin selanjutnya dievaluasi melalui pengujian Minimum Inhibitory Concentration (MIC) menggunakan metode broth microdilution. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fermentasi optimum diperoleh pada kombinasi konsentrasi glukosa 2%, pepton 1%, dan pH 6. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa optimasi kondisi fermentasi menggunakan pendekatan RSM mampu meningkatkan produksi bakteriosin oleh Lactiplantibacillus plantarum. Kondisi optimum yang diperoleh menghasilkan aktivitas antibakteri yang tinggi terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, sehingga bakteriosin berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Armaini, MS ; Dr. rer. nat. Syafrizayanti, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Lactiplantibacillus plantarum; bakteriosin; optimasi fermentasi; Response Surface Methodology; aktivitas antibakteri |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Kimia |
| Depositing User: | S1 Kimia Kimia |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 08:00 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 08:00 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533654 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric