ARIANA, NANDA SETIA (2026) INDUKSI RIMPANG MIKRO PADA TUNAS Curcuma sumatrana Miq. SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN KOMBINASI SUKROSA DAN 6-BENZILAMINOPURINE KONSENTRASI TINGGI. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Bab 1)
Bab I.pdf - Published Version Download (197kB) |
|
|
Text (Cover)
Cover.pdf - Published Version Download (182kB) |
|
|
Text (Bab v)
Bab V.pdf - Published Version Download (167kB) |
|
|
Text (dapus)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (258kB) |
|
|
Text (Skripsi full text)
organized (2).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Curcuma sumatrana Miq. merupakan tanaman endemik Sumatera Barat yang berstatus rentan (Vulnerable), sehingga diperlukan upaya konservasi melalui teknik kultur in vitro. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa, konsentrasi 6-benzylaminopurine (BAP), serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan tunas dan induksi rimpang mikro C. sumatrana secara in vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi sukrosa (30, 60, dan 90 g L⁻¹) dan konsentrasi BAP (0, 4, dan 8 mg L⁻¹), sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan yang diulang empat kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi planlet, pertumbuhan tunas, daun, akar, dan rimpang mikro. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi sukrosa berpengaruh nyata terhadap tinggi planlet, hari pertama muncul tunas, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, luas daun, jumlah akar, panjang akar terpanjang, diameter rimpang, dan berat basah rimpang. Konsentrasi sukrosa 30 g L⁻¹ memberikan pertumbuhan vegetatif terbaik, sedangkan 60 g L⁻¹ paling efektif menginduksi rimpang mikro. Konsentrasi BAP berpengaruh nyata terhadap tinggi planlet, jumlah tunas, jumlah daun, luas daun, jumlah akar, panjang akar terpanjang, dan berat basah rimpang. BAP 0 mg L⁻¹ memberikan pertumbuhan vegetatif terbaik, sedangkan 4 mg L⁻¹ meningkatkan jumlah tunas dan berat basah rimpang mikro. Interaksi sukrosa dan BAP hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Berdasarkan hasil penelitian, sukrosa 60 g L⁻¹ memberikan respons terbaik terhadap induksi rimpang mikro C. sumatrana, sedangkan BAP 4 mg L⁻¹ lebih mendukung pertumbuhan tunas dan berat basah rimpang mikro.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. M. Idris, Deritha Ellfy Rantau M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | BAP, Curcuma sumatrana, kultur in vitro, rimpang mikro, sukrosa. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) Q Science > QH Natural history > QH301 Biology Q Science > QK Botany S Agriculture > SB Plant culture |
| Depositing User: | S1 Biologi Biologi |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 05:15 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 05:15 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533632 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric