Potensi Bakteri Endofit dari Benih Padi untuk Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri (Xanthomonas Oryzae Pv. Oryzae), Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi.

Auliawati, Dyah Tri (2026) Potensi Bakteri Endofit dari Benih Padi untuk Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri (Xanthomonas Oryzae Pv. Oryzae), Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (259kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I .pdf - Published Version

Download (209kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (149kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (227kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penyakit hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi. Penyakit ini dapat menyebabkan kehilangan hasil 50-70%. Salah satu alternatif untuk pengendalian Xoo dengan menggunakan bakteri endofit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri endofit dari benih padi yang paling efektif dalam menekan penyakit hawar daun bakteri, meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 13 perlakuan, 3 ulangan dan 2 unit percobaan. Perlakuan terdiri dari isolat bakteri endofit dari benih padi dengan kode isolat ADI34, ADI35, ADI37, BMI31, BMI33, BI31, BI33, BI34, BI41, KKI35, KKI36, BPI41 dan kontrol (kontrol positif dan kontrol negatif). Introduksi bakteri endofit dilakukan 2 kali yaitu dengan perendaman pada benih dan perendaman akar bibit padi varietas Batang Piaman. Inokulasi bakteri Xoo dilakukan pada tanaman padi yang berumur 45 hst dengan menggunakan Clipping methode. Parameter pengamatan meliputi perkembangan penyakit (masa inkubasi, kejadian penyakit, keparahan penyakit dan AUDPC), pertumbuhan bibit (daya muncul lapang, tinggi bibit, jumlah daun bibit, panjang akar bibit, berat basah dan berat kering bibit), dan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun tanaman, jumlah anakan, berat gabah segar dan berat gabah kering). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit isolat ADI35 merupakan isolat yang paling efektif dalam menghambat perkembangan penyakit HDB yang ditunjukkan dengan efektivitas penekanan keparahan penyakit sebesar 70,59%, nilai AUDPC 300,74 dan efektivitas penekanan perkembangan penyakit 44,76%. Bakteri endofit isolat BI33 merupakan isolat yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman padi dengan efektivitas peningkatan tinggi bibit 32,06% dan jumlah daun 36,35%, sedangkan isolat ADI35 paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan generatif tanaman padi dengan efektivitas peningkatan tinggi tanaman 16,78%, jumlah daun 180,21%, jumlah anakan 134,22%, serta meningkatkan hasil tanaman padi dengan efektivitas peningkatan berat gabah segar 129,16% dan berat gabah kering 124,39%.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Ir. Ujang Khairul, MP; Dr. Haliatur Rahma, S.Si. MP
Uncontrolled Keywords: bakteri endofit; biokontrol; biostimulan; padi; Xanthomonas oryzae pv. oryzae
Subjects: Q Science > QR Microbiology
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Proteksi Tanaman
Depositing User: S1 Proteksi Tanaman
Date Deposited: 28 Aug 2026 04:50
Last Modified: 28 Aug 2026 04:50
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533568

Actions (login required)

View Item View Item