Junisky, Nafisa (2026) Analisis Wilayah Sentra Produksi Komoditas Unggulan Subsektor Tanaman Hortikultura Sayuran di Kabupaten Lima Puluh Kota. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (161kB) |
|
|
Text (02. Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (181kB) |
|
|
Text (03. Bab V)
03. Bab V.pdf - Published Version Download (145kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (188kB) |
|
|
Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu daerah di Provinsi Sumatera Barat yang perekonomiannya masih ditopang oleh sektor pertanian, termasuk subsektor tanaman hortikultura sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komoditas unggulan subsektor tanaman hortikultura sayuran di Kabupaten Lima Puluh Kota, mengetahui kecamatan yang menjadi wilayah sentra produksi pengembangan komoditas unggulan, dan mendeskripsikan program yang telah dilaksanakan dalam pengembangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan meliputi data produksi tanaman hortikultura sayuran Kabupaten Lima Puluh Kota dan Provinsi Sumatera Barat periode 2020–2024, Rencana Strategis Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2021–2026, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2020–2024, serta informasi dari informan kunci. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh enam komoditas unggulan hortikultura sayuran di Kabupaten Lima Puluh Kota, yaitu mentimun dengan nilai LQ = 3,87, terung dengan nilai LQ = 2,96, kacang panjang dengan nilai LQ = 2,57, labu siam dengan nilai LQ = 2,41, cabai rawit dengan nilai LQ = 1,34, dan buncis dengan nilai LQ = 1,22. Wilayah sentra produksi untuk masing-masing komoditas unggulan adalah mentimun di Kecamatan Guguak, terung di Kecamatan Kapur IX, kacang panjang di Kecamatan Guguak, labu siam di Kecamatan Mungka, cabai rawit di Kecamatan Lareh Sago Halaban, dan buncis di Kecamatan Luak. Wilayah sentra produksi tersebut didukung oleh kesesuaian kondisi agroklimat dan ketersediaan lahan pada masing-masing kecamatan. Namun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa program yang telah dilaksanakan pemerintah daerah belum secara khusus diarahkan pada pengembangan wilayah berbasis komoditas unggulan. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memfokuskan program pengembangan wilayah sesuai dengan potensi komoditas unggulan yang dimiliki setiap wilayah sentra produksi agar pengembangan komoditas unggulan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Afrianingsih Putri, S.P., M.Si ; Dr. Widya Fitriana, S.P., M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Komoditas Unggulan; Sentra Produksi; Location Quotient (LQ); Shift Share |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S1 Agribisnis |
| Depositing User: | S1 Agribisnis Agribisnis |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 02:13 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 02:13 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533556 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric