Makna Aktivitas Penjaga Pada Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang

Rizaldi, Fajri (2026) Makna Aktivitas Penjaga Pada Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (346kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (418kB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (229kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (218kB)
[img] Text (05. Skripsi Full Text)
05. Skripsi Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Keberadaan perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang rawan kecelakaan mendorong Balai Perkeretaapian menempatkan petugas penjaga resmi sejak November 2025 di sejumlah titik perlintasan, termasuk di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Penjaga bertugas mengatur dan mengamankan lalu lintas di perlintasan tersebut sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas penjaga pada perlintasan kereta api tanpa palang pintu, serta makna aktivitas tersebut bagi para pelakunya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif, serta menggunakan teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer sebagai kerangka analisis untuk memahami bagaimana makna terbentuk melalui interaksi sosial dan proses penafsiran individu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap lima informan pelaku yang berprofesi sebagai penjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kecamatan Koto Tangah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penjaga dilaksanakan secara terstruktur melalui pembagian dua shift kerja dalam sehari, penggunaan alat dan perlengkapan keselamatan seperti bendera, peluit, rompi, dan light stick, serta penerapan aturan dan kebiasaan tidak tertulis dalam berinteraksi dengan pengendara. Dari segi makna, pekerjaan ini dipahami penjaga sebagai panggilan tanggung jawab yang melampaui tuntutan formal SOP, sebagai wujud kehadiran mereka di tengah masyarakat sebagai warga, sebagai ruang untuk menjaga integritas diri melalui sikap menolak imbalan uang dari pengendara, serta sebagai tanggung jawab yang melekat dan tidak terbatas pada jam kerja semata. Pemaknaan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penjaga tidak semata-mata dijalankan sebagai kewajiban administratif, melainkan tumbuh dari kesadaran personal, interaksi sosial, dan penafsiran masing-masing individu terhadap perannya di tengah masyarakat.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Drs. Ardi Abbas, MT; Dr. Maihasni, M.Si
Uncontrolled Keywords: Penjaga; Makna Aktivitas; Perlintasan Kereta Api
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi
Depositing User: Riska Marlinah
Date Deposited: 29 Aug 2026 06:44
Last Modified: 29 Aug 2026 06:44
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533524

Actions (login required)

View Item View Item