POLITIK GLOBAL TIONGKOK DALAM MERESPON MIDDLE WAY APPROACH OLEH DALAI LAMA KE-14 DENGAN DUKUNGAN INTERNASIONAL

Saputri, Tri Agustina (2026) POLITIK GLOBAL TIONGKOK DALAM MERESPON MIDDLE WAY APPROACH OLEH DALAI LAMA KE-14 DENGAN DUKUNGAN INTERNASIONAL. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (836kB)
[img] Text (02. Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (505kB)
[img] Text (03. Bab V)
03. Bab V.pdf - Published Version

Download (276kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (299kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis politik global Tiongkok dalam merespon Middle Way Approach (MWA) yang diajukan oleh Dalai Lama ke-14 dengan dukungan internasional. MWA merupakan pendekatan damai yang menawarkan Genuine Autonomy bagi Tibet tanpa menuntut kemerdekaan serta tetap mengakui kedaulatan Republik Rakyat Tiongkok. Meskipun pendekatan tersebut memperoleh dukungan dari berbagai aktor internasional dan menunjukkan adanya moderasi tuntutan dari pihak Tibet, pemerintah Tiongkok tetap secara konsisten menolak MWA sejak pertama kali diajukan pada tahun 1988. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis serta memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari dokumen resmi, jurnal ilmiah, buku, dan laporan organisasi internasional. Analisis penelitian menggunakan Two-Level Game Theory Robert Putnam untuk menjelaskan interaksi antara dinamika politik domestik dan internasional dalam membentuk respons Tiongkok terhadap MWA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepentingan domestik, seperti menjaga legitimasi Partai Komunis Tiongkok, mempertahankan integritas teritorial, stabilitas politik, dan posisi Tibet sebagai kepentingan inti (core interest) negara, membentuk Win-set Tiongkok yang sangat sempit. Sementara itu, MWA memperluas Win-set Tibet melalui perubahan tuntutan dari kemerdekaan menjadi otonomi. Perbedaan tersebut menyebabkan tidak terbentuknya Overlap atau terjadi Zero Overlap antara kedua Win-set, sehingga tidak tersedia ruang kompromi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsistensi penolakan Tiongkok terhadap MWA lebih dipengaruhi oleh dinamika politik domestik dibandingkan oleh dukungan internasional terhadap penyelesaian konflik Tibet.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Virtuous Setyaka, S.IP., M.Si ; Zulkifli Harza, S.IP., M.Soc.Sc
Uncontrolled Keywords: Middle Way Approach; Tiongkok; Dalai Lama ke-14; Two-Level Game.
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
J Political Science > JF Political institutions (General)
J Political Science > JZ International relations
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Hubungan Internasional
Depositing User: S1 Hubungan Internasional
Date Deposited: 28 Aug 2026 03:57
Last Modified: 28 Aug 2026 03:57
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533367

Actions (login required)

View Item View Item