Johar, Hendra Farma (2026) Konseling Sebagai Upaya Meningkatkan Kepuasan dan Pemahaman Pasien Dalam Penggunaan Obat Tukak Peptik dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Apotek. S3 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (377kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf - Published Version Download (333kB) |
|
|
Text (Bab VII)
Bab VII.pdf - Published Version Download (213kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (278kB) |
|
|
Text (Disertasi Fulltext)
Disertasi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penyakit tukak peptik masih menjadi penyebab signifikan rawat inap di seluruh dunia dan umumnya terjadi dengan prevalensi seumur hidup. Untuk itu diperlukan memberikan edukasi kepada pasien tukak peptik melalui konseling apoteker dengan mengukur tingkat pemahaman dan kepuasan pasien sebelum dan setelah konseling apoteker. Konseling apoteker merupakan komponen penting dari asuhan farmasi, yang berkontribusi pada peningkatan pemahaman dan kepuasan pasien terhadap konseling yang diberikan. Disamping itu konseling oleh apoteker di apotek dapat mempengaruhi kinerja apotek. Model konseling apoteker baik pengkondisian apoteker melalui pelatihan maupun standar formulirnya perlu diuji pada pasien. Sebuah studi potong lintang dilakukan terhadap 150 pasien dewasa penderita tukak lambung yang mengunjungi apotek komunitas di Jakarta. Partisipan mengisi kuesioner terstruktur dan telah diuji sebelumnya yang menilai pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) sebelum dan sesudah konseling apoteker. Disamping itu juga diukur tingkat kepuasan pasien terhadap konseling apoteker tersebut. Konseling diberikan menggunakan format standar oleh apoteker yang telah menerima pelatihan sebelumnya dalam manajemen tukak peptik. Pengetahuan pasien meningkat secara signifikan setelah konseling, dengan kesadaran meningkat dari sekitar 30–40% sebelum konseling menjadi lebih dari 75–85% setelah konseling (p=0,000). Sikap juga membaik, meningkat dari sekitar 40–60% sebelum konseling menjadi lebih dari 85–95% setelah konseling (p=0,000). Demikian pula, praktik pasien meningkat dari sekitar 35–50% sebelum konseling menjadi lebih dari 85–93% setelah konseling (p=0,000). Semua dimensi kualitas layanan (ServQual) menunjukkan peningkatan signifikan dalam harapan dan persepsi pasien setelah konseling apoteker, dengan skor persepsi pasca-konseling berkisar antara 95% hingga 99%, dan semua perbedaan tersebut signifikan secara statistik (p<0,05). Konseling oleh apoteker dikaitkan dengan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan praktik pasien terkait penyakit tukak peptik. Konseling apoteker juga secara signifikan meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan apotek di semua dimensi ServQual.
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. apt. Yufri Aldi, M.Si. ; Dr. apt. Hansen Nasif, S.Si., Sp.FRS ; apt. Najmiatul Fitria,M.Farm,Ph.D. |
| Uncontrolled Keywords: | Konseling apoteker; kepuasan pasien; tukak peptik; kualitas pelayanan |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > S3 Farmasi |
| Depositing User: | S3 Farmasi Farmasi |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 04:29 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 04:29 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533312 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric