Analisis Autokorelasi Spasial dan Determinan Multidimensi Disparitas Stunting Balita di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2024

Ramadanti, Aztika (2026) Analisis Autokorelasi Spasial dan Determinan Multidimensi Disparitas Stunting Balita di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2024. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (317kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (251kB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (205kB)
[img] Text (04. DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (189kB)
[img] Text (05. Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Tujuan Penelitian Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Sumatera Barat dengan prevalensi yang bervariasi antar kabupaten/kota. Variasi tersebut mengindikasikan adanya heterogenitas spasial, sehingga diperlukan pendekatan spasial untuk mengidentifikasi pola persebaran dan variasi pengaruh determinan stunting di setiap kabupaten/kota. Penelitian ini bertujuan menganalisis autokorelasi spasial dan determinan multidimensi disparitas stunting balita di Provinsi Sumatera Barat tahun 2024. Metode Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi pada 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat, dan menggunakan data sekunder tahun 2024. Variabel dependen adalah prevalensi stunting balita, sedangkan variabel independen meliputi KEK pada ibu hamil, BBLR, diare, pneumonia, cakupan imunisasi dasar lengkap, akses sanitasi layak, akses air minum layak, kepadatan penduduk, dan kemiskinan. Analisis dilakukan secara deskriptif, dilanjutkan dengan Indeks Moran, LISA, dan GWR. Hasil Prevalensi stunting balita di Provinsi Sumatera Barat menunjukkan disparitas antar kabupaten/kota. Analisis Indeks Moran menghasilkan nilai Moran's I sebesar -0,245 (p<0,05), yang menunjukkan pola persebaran menyebar (dispersed). Analisis LISA menunjukkan bahwa sebagian besar kabupaten/kota tidak membentuk klaster spasial yang signifikan dan didominasi oleh pola Low-Low serta High-Low. Pemodelan GWR mampu menjelaskan 70,75% variasi stunting dan menunjukkan bahwa pengaruh determinan berbeda pada setiap kabupaten/kota. KEK pada ibu hamil merupakan determinan yang paling dominan, sedangkan akses sanitasi layak berpengaruh signifikan pada beberapa wilayah. Kesimpulan Disparitas stunting balita di Provinsi Sumatera Barat menunjukkan heterogenitas spasial, dengan pola persebaran menyebar dan pengaruh determinan yang berbeda antarwilayah. Pendekatan spasial melalui Indeks Moran, LISA, dan GWR dapat mendukung penetapan prioritas wilayah serta penyusunan intervensi penurunan stunting yang lebih spesifik sesuai karakteristik daerah.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Prof. Defriman Djafri, SKM., MKM., Ph.D ; Yudi Pradipta, SKM, M.PH
Uncontrolled Keywords: Stunting Balita, Determinan Multidimensi, Autokorelasi Spasial, Geographically Weighted Regression
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > S2 Epidemiologi
Depositing User: S2 Epidemiologi Epidemiologi
Date Deposited: 27 Aug 2026 02:02
Last Modified: 27 Aug 2026 02:02
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533172

Actions (login required)

View Item View Item