DAMPAK RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN (RIPK) TAHUN 2016-2032 TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

Deswika, Fitria (2026) DAMPAK RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN (RIPK) TAHUN 2016-2032 TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover and Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (651kB)
[img] Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (480kB)
[img] Text (BAB VI Penutup)
BAB 6.pdf - Published Version

Download (338kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (466kB)
[img] Text (TESIS FULL)
Full Tesis.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak implementasi Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPK) Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016–2032 terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perekonomian masyarakat. Titik berangkat penelitian adalah paradoks empiris, lonjakan kunjungan wisatawan hingga 749.139 orang pada tahun 2022 tidak diikuti pemulihan PAD dari sector pariwisata ke level pra-pandemi dan tidak menghasilkan peningkatan pendapatan yang terasa bagi pelaku UMKM lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan dua kerangka teori utama: Policy Feedback Theory Campbell (2012) dan Policy Failure Theory McConnell (2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa RIPK mengalami kegagalan transmisi ekonomi yang bersifat multidimensional. Dari sisi resource effects, manfaat bagi masyarakat tidak merata, sektor akomodasi tumbuh 13,09% pada 2022 sementara sektor perdagangan eceran yang menjadi ruang hidup UMKM lokal hanya tumbuh 5,68%. Model pengelolaan swadaya Kapalo Banda Taram dengan skema bagi hasil membawa dampak ekonomi langsung kepada masyarakat dibanding Lembah Harau yang dikelola oleh dinas, menunjukkan bahwa desain tata kelola berbasis komunitas lebih efektif dalam mendistribusikan manfaat ekonomi. Dari sisi interpretive effects, absennya RIPK dalam konsiderans Renstra Disparpora 2021–2026 menciptakan diskoneksi birokrasi yang melemahkan daya ikat kebijakan. Ketiga dimensi kegagalan McConnell juga teridentifikasi, kegagalan proses, kegagalan program, dan kegagalan politik yang bersifat eskalatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hipotesis Tourism-Led Growth tidak bekerja secara otomatis dalam konteks daerah dengan kapasitas fiskal terbatas, dan membutuhkan mekanisme value capture yang berpihak pada ekonomi lokal, komitmen fiskal yang konsisten, serta perencanaan yang terintegrasi antara dokumen strategis dan operasional.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: J Political Science > JF Political institutions (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Depositing User: S2 Ilmu Politik
Date Deposited: 28 Aug 2026 04:53
Last Modified: 28 Aug 2026 04:53
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532855

Actions (login required)

View Item View Item