Fauzi, Ibrahim (2026) Diet Alami Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis, Raffles 1821) di Kawasan Ngarai Sianok, Bukittinggi. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (153kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (122kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (38kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (188kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis Raffles, 1821) merupakan primata yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap perubahan lingkungan, termasuk habitat yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Meskipun demikian, informasi mengenai diet alami monyet ekor panjang di kawasan Ngarai Sianok, Bukittinggi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis diet alami yang dikonsumsi oleh monyet ekor panjang serta mengetahui perbedaan diet berdasarkan kategori usia dan jenis kelamin. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2026 di kawasan Ngarai Sianok, Bukittinggi menggunakan metode survei melalui kombinasi behavioral sampling dan scan sampling. Pengamatan dilakukan selama 177 jam 30 menit pada tiga kelompok monyet ekor panjang yang menempati habitat dengan tingkat interaksi manusia yang berbeda. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase feeding events, total durasi, rata-rata durasi makan, serta perbandingan naratif berdasarkan kategori usia dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa monyet ekor panjang memanfaatkan 35 jenis tumbuhan sebagai sumber diet alami. Bagian tumbuhan yang paling banyak dikonsumsi adalah daun, terutama daun tua. Jenis tumbuhan yang paling dominan berbeda pada setiap lokasi, yaitu Ficus ampelas di Birugo, Bambusa sp. di Bukik Cangang Kayu Ramang, dan Pipturus argenteus di Kayu Kubu. Perbedaan komposisi diet juga ditemukan berdasarkan kategori usia dan jenis kelamin. Jantan dewasa dan juvenil cenderung lebih banyak memanfaatkan Ficus ampelas, sedangkan betina lebih banyak mengonsumsi Bambusa sp. Selain itu, jantan lebih sering mengonsumsi buah, sedangkan betina lebih banyak memanfaatkan daun. Meskipun hidup pada habitat yang dipengaruhi aktivitas manusia, monyet ekor panjang di kawasan Ngarai Sianok tetap mempertahankan pemanfaatan sumber makanan alami yang beragam sebagai komponen penting dalam dietnya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Rizaldi S.Si, M.Sc; Prof. Dr. Syamsuardi S.Si, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | diet alami; feeding events; Macaca fascicularis; Ngarai Sianok; tingkah laku makan. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) Q Science > QL Zoology |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Biologi |
| Depositing User: | S1 Biologi Biologi |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 03:51 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 03:51 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532832 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]