Firdaus, M. Ridho (2026) Dekomposisi dan Pelepasan Hara Jerami Padi Pada Sistem Pengelolaan Sawah Intensif dan Sawah Pokok Murah (SPM). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (248kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (239kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (198kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (268kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Dekomposisi dan pelepasan hara dari jerami padi dipengaruhi oleh sistem pengelolaan sawah dan teknik aplikasi jerami. Sawah intensif yang dikelola dengan pengolahan tanah, penggunaan pupuk kimia, dan penggenangan secara terus-menerus sedangkan Sawah Pokok Murah (SPM) tidak dikelola secara intensif, pengelolaan air tanpa genangan terus-menerus, serta memanfaatan jerami sebagai sumber bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi antara dua sistem pengelolaan sawah dan teknik aplikasi jerami terhadap dekomposisi dan pelepasan hara dari jerami serta karakteristik tanah pada dua sistem pengelolaan sawah. Penelitian menggunakan metode litter bag dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu sistem pengelolaan sawah (sawah intensif dan SPM) dan teknik aplikasi jerami (permukaan, dibenamkan, serta dicacah dan dibenamkan). Hasil penelitian menunjukkan Interaksi dari sistem pengelolaan sawah dan teknik aplikasi jerami berpengaruh terhadap dekomposisi jerami, pelepasan karbon, pelepasan fosfor, pelepasan kalium dan pelepasan silika, tetapi tidak berpengaruh terhadap rasio C/N dan pelepasan nitrogen. Dekomposisi jerami pada SPM lebih tinggi dibandingkan sawah intensif, masing-masing sebesar 77,94% dan 60,98 % pada teknik jerami dicacah dan dibenamkan. Pelepasan C, N, P, K, dan Si juga lebih tinggi pada SPM dibandingkan sawah intensif, dengan pelepasan tertinggi diperoleh pada teknik jerami dicacah dan dibenamkan, masing-masing sebesar 66,37%, 56,50%, 81,67%, 98,79%, dan 91,14%. Karakteristik kimia tanah seperti pH, C-organik, P-tersedia dan K-dd pada SPM lebih tinggi dibandingkan sawah intensif. Sebaliknya, N-total pada sawah intensif (0,59%) lebih tinggi dibandingkan SPM (0,18%). Berdasarkan hasil penelitian, pengembalian jerami disarankan menggunakan teknik pencacahan dan pembenaman untuk mempercepat dekomposisi serta pelepasan hara dari jerami.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Ir. Hermansah, M.S., M.Sc ; Dr. Ir. Gusnidar,MP |
| Uncontrolled Keywords: | Dekomposisi; Jerami Padi; Pelepasan Hara; Sawah Intensif; Sawah Pokok Murah |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S1 Ilmu Tanah |
| Depositing User: | S1 Ilmu Tanah |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 07:15 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 07:15 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532817 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]