PENYEBAB PETANI PEMILIK BERALIH KE BURUH PERUSAHAAN KELAPA SAWIT (Studi di Desa Talang Sepakat, Kecamatan V Koto, Kabupaten Mukomuko , Provinsi Bengkulu).

Wiranata, Riki (2026) PENYEBAB PETANI PEMILIK BERALIH KE BURUH PERUSAHAAN KELAPA SAWIT (Studi di Desa Talang Sepakat, Kecamatan V Koto, Kabupaten Mukomuko , Provinsi Bengkulu). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (44kB)
[img] Text (Bab I Pendahuluan)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (224kB)
[img] Text (Bab IV Penutup)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (32kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (136kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab petani pemilik lahan beralih menjadi buruh perusahaan perkebunan kelapa sawit serta mendeskripsikan kondisi kehidupan petani pemilik setelah peralihan tersebut. Fenomena ini terjadi di Desa Talang Sepakat, Kecamatan V Koto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, seiring masuknya perusahaan perkebunan kelapa sawit skala besar, yaitu PT Agro Muko-Talang Petai Estate dan PT MMAS-Damasilo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan pelaku yang merupakan petani pemilik lahan yang telah beralih menjadi buruh perusahaan, serta tiga informan pengamat yang terdiri dari anggota keluarga, aparat desa, dan bendahara desa. Analisis data menggunakan teori pilihan rasional James S. Coleman, yang memandang tindakan individu sebagai pilihan yang diarahkan secara sadar untuk memaksimalkan manfaat berdasarkan nilai dan sumber daya yang dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang mendorong petani pemilik beralih menjadi buruh perusahaan kelapa sawit, yaitu: (1) penurunan hasil panen akibat musim penghujan yang menghambat penyadapan karet serta serangan hama pada tanaman hortikultura seperti cabai; (2) faktor penghasilan, di mana upah dan tunjangan dari perusahaan dinilai lebih stabil dan pasti dibandingkan pendapatan bertani yang sangat bergantung pada kondisi alam dan fluktuasi harga pasar; serta (3) faktor sosial, berupa pengaruh lingkungan sekitar dan pergeseran nilai dalam masyarakat terkait pola kerja modern. Adapun kondisi kehidupan keluarga setelah peralihan menunjukkan adanya peningkatan ekonomi yang lebih terstruktur, perubahan pola kerja yang lebih terjadwal, serta akses terhadap jaminan kesehatan dan tunjangan kerja dari perusahaan. Di sisi lain, peralihan ini turut berdampak pada memudarnya tradisi gotong royong atau budaya saghi yang selama ini menjadi perekat sosial masyarakat petani di Desa Talang Sepakat. Kata Kunci: Petani Pemilik, Buruh Kelapa Sawit, Peralihan Mata Pencaharian,

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dra. Fachrina M.Si. ; Dra.Nini Anggraini, M.Pd
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Petani Pemilik, Buruh Kelapa Sawit, Peralihan Mata Pencaharian,
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi
Depositing User: S1 Sosiologi Sosiologi
Date Deposited: 28 Aug 2026 08:28
Last Modified: 28 Aug 2026 08:28
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532740

Actions (login required)

View Item View Item