Analisis Perbandingan Usahatani Padi Sawah Pokok Murah dan Konvensional di Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya

Amara, Vina (2026) Analisis Perbandingan Usahatani Padi Sawah Pokok Murah dan Konvensional di Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (300kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (164kB)
[img] Text (BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (113kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (131kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Sawah Pokok Murah merupakan inovasi budidaya yang menerapkan penggunaan jerami sebagai mulsa, serta penggunaan input yang lebih efisien, sedangkan sistem sawah konvensional merupakan sistem budidaya yang umumnya diterapkan petani tanpa penggunaan mulsa jerami. Perbedaan teknik budidaya mempengaruhi kinerja usahatani, baik dari aspek teknis maupun aspek ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pelaksanaan teknik budidaya serta menganalisis perbandingan pendapatan dan keuntungan padi Sawah Pokok Murah dan sawah konvensional. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 30 petani yang menerapkan kedua sistem budidaya. Analisis usahatani digunakan untuk menghitung biaya produksi, produksi, penerimaan, pendapatan,keuntungan, dan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan produksi usahatani padi pada sistem Sawah Pokok Murah sebesar 7.570,75 kg/Ha/MT, lebih tinggi dibandingkan sistem sawah konvensional sebesar 5.982,625 kg/Ha/MT. Total biaya produksi pada sistem Sawah Pokok Murah sebesar Rp13.829.413/Ha/MT, lebih rendah dibandingkan sistem sawah konvensional sebesar Rp14.579.058/Ha/MT. Penerimaan, pendapatan, dan keuntungan pada sistem Sawah Pokok Murah sebesar Rp49.209.875/Ha/MT,pendapatan sebesar Rp39.483.974/Ha/MT, dan keuntungan sebesar Rp35.380.462/Ha/MT, sedangkan pada sistem sawah konvensional penerimaan sebesar Rp38.887.063/Ha/MT, pendapatan sebesar Rp28.077.972/Ha/MT, dan keuntungan Rp24.308.005/Ha/MT. Nilai R/C Ratio pada sistem Sawah Pokok Murah sebesar 3,5, sedangkan pada sistem sawah konvensional sebesar 2,6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sistem usahatani layak untuk diusahakan karena memiliki nilai R/C Ratio lebih besar dari satu.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Ir. Ira Wahyuni Syarfi, MS ; Rian Hidayat, S.P.,MM
Uncontrolled Keywords: Sawah Pokok Murah; Sawah Konvensional; Usahatani Padi; Usahatani; Revenue Cost Ratio
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agribisnis
Depositing User: S1 Agribisnis Agribisnis
Date Deposited: 27 Aug 2026 10:50
Last Modified: 27 Aug 2026 10:50
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532550

Actions (login required)

View Item View Item