August, Vizyen (2026) Analisis Karakteristik Tekstur Tanah Menggunakan Metode Hidrometer Sebagai Kajian Awal Kestabilan Lereng Pada Tiga Daerah Potensi Longsor Di Kota Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (594kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (190kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (160kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (167kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kota Padang memiliki kerawanan tanah longsor yang tinggi karena kondisi topografi yang didominasi perbukitan, kemiringan lereng yang relatif curam, dan curah hujan tinggi. Salah satu karakteristik tanah yang perlu diperhatikan dalam kajian kestabilan lereng adalah tekstur tanah, karena proporsi fraksi pasir, lanau, dan lempung memengaruhi sifat fisik tanah, seperti permeabilitas, kemampuan menahan air, dan kondisi tanah saat jenuh, yang selanjutnya memengaruhi kestabilan lereng. Meskipun hubungan tekstur tanah dengan kestabilan lereng telah banyak dikaji, informasi mengenai variasi tekstur tanah pada daerah potensi longsor di Kota Padang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan karakteristik tekstur tanah pada tiga daerah potensi longsor di Kota Padang, yaitu Jalan Siti Nurbaya, UIN Sungai Bangek, dan Lubang Jepang Gunung Pangilun, sebagai kajian awal kestabilan lereng. Penelitian dilakukan terhadap 27 sampel tanah dari tiga posisi lereng, yaitu puncak, tengah, dan kaki, pada kedalaman 25 cm, 75 cm, dan 125 cm. Analisis fraksi pasir, lanau, dan lempung dilakukan menggunakan metode hidrometer dan klasifikasi USDA. Hasil menunjukkan bahwa distribusi tekstur tanah lebih dipengaruhi posisi topografi daripada kedalaman. Lereng 1 memiliki pasir 65,5–67,2% pada puncak dan lanau 50,4% serta lempung 46,5% pada kaki. Lereng 2 memiliki pasir 31,6–48,2%, lanau 18,1–41,7%, dan lempung 18,4–45,3%. Lereng 3 memiliki pasir 64,6–72,4% pada puncak dan lempung hingga 44,8% pada kaki. Berdasarkan tekstur tanah dan morfometri lereng, Lereng 1 paling rentan, diikuti Lereng 3, sedangkan Lereng 2 relatif lebih stabil. Hasil ini menunjukkan bahwa tekstur tanah dapat digunakan sebagai parameter awal dalam mengevaluasi kestabilan lereng pada daerah potensi longsor di Kota Padang.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Arif Budiman, M.Si. |
| Uncontrolled Keywords: | Fraksi Tanah; Kestabilan Lereng; Longsor; Metode Hidrometer; Tekstur Tanah |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography Q Science > Q Science (General) Q Science > QC Physics Q Science > QE Geology |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Fisika |
| Depositing User: | S1 Fisika Fisika |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 03:14 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 03:14 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532467 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]