Penilaian Risiko Ekologi dan Identifikasi Sumber Logam Berat Arsen (As) di Sedimen Sungai Batang Ombilin, Sawahlunto

Putri, Sarifah Watami (2026) Penilaian Risiko Ekologi dan Identifikasi Sumber Logam Berat Arsen (As) di Sedimen Sungai Batang Ombilin, Sawahlunto. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (274kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (231kB)
[img] Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (171kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (208kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Aktivitas antropogenik yang kompleks di sekitar Sungai Batang Ombilin, Kota Sawahlunto, seperti penambangan emas, operasional PLTU, dan bekas penambangan batu bara berpotensi meningkatkan akumulasi kontaminan metaloid Arsen (As) dalam sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi dan sebaran spasial As, mengevaluasi potensi risiko ekologi, serta mengidentifikasi proporsi kontribusi sumber pencemar menggunakan model Absolute Principal Component Score-Multiple Linear Regression (APCS-MLR). Berdasarkan hasil pengujian laboratorium mengacu pada SNI 8910:2021, konsentrasi As dalam sedimen di 10 titik sampling berkisar antara 30,95 mg/kg hingga 53,51 mg/kg. Seluruh titik tidak memenuhi ANZECC/ARMCANZ (20 mg/kg), sedangkan terhadap nilai PEC MacDonald (33 mg/kg), hanya titik empat (30,95 mg/kg) yang masih memenuhi baku mutu tersebut. Evaluasi menggunakan Indeks Geoakumulasi (Igeo) menunjukkan status perairan berada pada kategori tercemar berat hingga sangat berat (4 < Igeo < 5). Analisis risiko multilogam terintegrasi melalui Nemerow Integrated Risk Index (NIRI) mengonfirmasi tingkat risiko ekologi berkisar antara kategori tinggi hingga ekstrim. Sementara itu, penilaian efek biotoksik dengan Mean PEC Quotient (mPEC-Q) untuk logam terdeteksi (As, Cr, Cu) menunjukkan tingkat risiko toksisitas sedang bagi organisme bentos. Hasil analisis PCA menghasilkan satu komponen utama (PC1) dengan eigenvalue sebesar 2,772 yang mampu menjelaskan 92,407% variasi total data. Komponen utama tersebut diinterpretasikan sebagai sumber antropogenik campuran yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan emas, pertambangan pasir, operasional PLTU, pertanian, permukiman, dan kawasan bekas tambang batu bara. Pemodelan APCS-MLR berhasil mengidentifikasi bahwa variasi konsentrasi As dikendalikan oleh satu komponen utama berupa aktivitas antropogenik campuran (kontribusi 48,96%), sementara 51,04% sisanya didominasi oleh sumber geogenik/litogenik alami akibat karakteristik formasi batuan lokal Sawahlunto.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Eng. Zulkarnaini, S.Si., M.T; Ir. Taufiq Ihsan, ST., MT., Ph.D., IPM
Uncontrolled Keywords: APCS-MLR; Arsen; Indeks Geoakumulasi; Nemerow Integrated Risk Index; Sedimen Sungai; Sawahlunto
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan
Depositing User: S1 Teknik Lingkungan
Date Deposited: 26 Aug 2026 07:41
Last Modified: 26 Aug 2026 07:41
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532444

Actions (login required)

View Item View Item