Natasya, Stella (2026) Penyisihan Amonia dari Air Limbah Domestik Menggunakan Fixed-Bed Biofilm Reactor dengan Media Lekat Polyvinyl Chloride dan Polyethylene Terephthalate. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (345kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (247kB) |
|
|
Text (BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version Download (216kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (275kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Amonia (NH₃) merupakan salah satu parameter pencemar utama pada air limbah domestik yang bersifat toksik terhadap biota perairan, dengan baku mutu maksimum sebesar <5 mg/L (U.S. Environmental Protection Agency/USEPA, 2013). Tingginya konsentrasi amonia pada badan air dapat memicu eutrofikasi dan menurunkan kadar oksigen terlarut, sehingga diperlukan sistem pengolahan yang efektif sebelum air limbah dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja Fixed-Bed Biofilm Reactor (FBBR) dengan media lekat Polyvinyl Chloride (PVC) pada unit anaerob dan Polyethylene Terephthalate (PET) pada unit aerob dalam menyisihkan amonia dari air limbah domestik, serta menganalisis pengaruh variasi Hydraulic Retention Time (HRT) 36, 24, dan 12 jam terhadap efisiensi penyisihannya. Reaktor dirancang mengacu pada standar Gappei-Shori Johkaso dengan konfigurasi anaerob–aerob–sedimentasi, dan mikroorganisme yang digunakan bersumber dari lumpur tinja Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan HRT berbanding lurus dengan efisiensi penyisihan amonia, dengan konsentrasi influen 39,2 mg/L, HRT 36 jam menghasilkan efisiensi tertinggi sebesar 78,7% (konsentrasi efluen 8,349 mg/L), HRT 24 jam sebesar 75,5% (9,597 mg/L), dan HRT 12 jam sebesar 73,3% (10,454 mg/L). Uji one-way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar variasi HRT (p < 0,05), yang diperkuat oleh uji post-hoc Duncan yang menunjukkan bahwa setiap variasi HRT berada pada subset yang berbeda, sementara uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan linier positif yang kuat (r = 0,932–0,956) antara HRT dan penurunan konsentrasi amonia. Meskipun demikian, konsentrasi efluen setiap variasi HRT masih belum memenuhi baku mutu USEPA (2013). HRT 36 jam disimpulkan sebagai kondisi operasi paling optimal dalam penelitian ini.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Ir. Ansiha Nur, S.T., M.T ; Budhi Primasari, S.T., M.Sc |
| Uncontrolled Keywords: | air limbah domestik; amonia; Fixed-Bed Biofilm Reactor; Hydraulic Retention Time; Polyvinyl Chloride; Polyethylene Terephthalate |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | S1 Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 01:40 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 01:40 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532328 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric