Analisis Faktor Determinan Status Gizi Anak Usia 6–59 Bulan Pasca Bencana Di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2026

ALI UMAR, FERAWATI (2026) Analisis Faktor Determinan Status Gizi Anak Usia 6–59 Bulan Pasca Bencana Di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2026. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text
03. BAB IV.pdf

Download (817kB)
[img] Text
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (149kB)
[img] Text
01. COVER DAN ABSTRAK.pdf

Download (165kB)
[img] Text
02. BAB I.pdf

Download (176kB)
[img] Text
05.TESIS FULL TEXT.pdf

Download (8MB)

Abstract

Tujuan Penelitian Menganalisis faktor determinan yang berhubungan dengan status gizi anak usia 6–59 bulan pascabencana di Kabupaten Padang Pariaman serta menggali pengalaman keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan dan pengasuhan anak. Metode Penelitian menggunakan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Tahap kuantitatif menggunakan desain cross-sectional pada 115 ibu yang memiliki anak usia 6–59 bulan terdampak bencana. Data dikumpulkan menggunakan HFIAS, FCS, CSI, SRQ-20, WHO CCD, kuesioner sosial ekonomi, riwayat penyakit infeksi, dan pengukuran status gizi berdasarkan indeks berat badan menurut umur. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, dan multivariat dengan regresi logistik. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dan FGD terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposif. Hasil Proporsi anak dengan gizi kurang dan gizi buruk meningkat dari 37,4% sebelum bencana menjadi 48,7% setelah bencana. Analisis bivariat menunjukkan sosial ekonomi, akses pangan, psikososial ibu, dan psikososial anak berhubungan signifikan dengan status gizi (p<0,05), sedangkan penyakit infeksi dan pola konsumsi adaptasi tidak menunjukkan hubungan signifikan (p>0,05). Analisis multivariat menunjukkan psikososial anak merupakan faktor yang paling konsisten berhubungan dengan status gizi setelah dikontrol variabel lain (p=0,046; POR=2,42; 95% CI=0,853–6,849). Temuan kualitatif menunjukkan bahwa masalah gizi berlangsung dalam konteks kerawanan pangan, penurunan kemampuan ekonomi, ketergantungan terhadap bantuan, keterbatasan hunian, perubahan pola konsumsi, gangguan kesehatan, dan tekanan psikososial keluarga. Kesimpulan Masalah gizi anak pascabencana bersifat multifaktorial, dengan psikososial anak menjadi faktor yang paling konsisten berhubungan dengan status gizi. Penanganan perlu dilakukan secara terpadu melalui penguatan ketahanan pangan, pemulihan ekonomi keluarga, peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi, perbaikan sanitasi dan hunian, penguatan pengasuhan, serta dukungan psikososial bagi ibu dan anak.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Dr. Denas Symond, M.C.N; Dr. Frima Elda, SKM., MKM
Uncontrolled Keywords: akses pangan; pascabencana; penyakit infeksi; psikososial anak; status gizi.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
Q Science > Q Science (General)
Q Science > QC Physics
Q Science > QP Physiology
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > S2 Ilmu Gizi
Depositing User: S2 Gizi Gizi
Date Deposited: 28 Aug 2026 04:09
Last Modified: 28 Aug 2026 04:09
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532196

Actions (login required)

View Item View Item