Putri, Vio Dila Eka (2026) Uji Komparatif Karakteristik Kualitas Biopelet dan Biochar dari Fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Komunal Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kayu Gadang Sawahlunto. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover)
01. Cover.pdf - Published Version Download (501kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (348kB) |
|
|
Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (334kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (321kB) |
|
|
Text (05. Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan karakteristik kualitas biopelet dan biochar yang berasal dari Fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Komunal Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kayu Gadang, Kota Sawahlunto. Biopelet dibuat dari campuran kompos, kulit nanas, dan serbuk gergaji dengan komposisi volume masing-masing 40%, 40%, dan 20%. Kompos yang digunakan merupakan campuran sampah organik berupa daun dan ranting kayu serta sekam padi dengan perbandingan 2:1. Biochar diperoleh melalui karbonisasi biopelet menggunakan tungku biomassa. Karakteristik bahan bakar dianalisis berdasarkan kadar air, kadar abu, kadar zat terbang (volatile matter), kadar karbon terikat (fixed carbon), nilai kalor bersih, kadar sulfur, kadar klorin, dan densitas. Hasil pengujian dibandingkan dengan SNI 8675:2018 dan SNI 8966:2021. Pengaruh karbonisasi dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test pada taraf signifikansi 5%. Karbonisasi memberikan perbedaan signifikan terhadap kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, dan nilai kalor (p<0,05), tetapi tidak terhadap kadar karbon terikat, sulfur, klorin, dan densitas (p>0,05). Karbonisasi menurunkan kadar air dari 7,78% menjadi 5,17%, kadar zat terbang dari 42,97% menjadi 23,08%, dan densitas dari 1,06 menjadi 0,99 g/cm³, serta meningkatkan kadar karbon terikat dari 10,54% menjadi 18,77% dan nilai kalor dari 9,99 menjadi 11,80 MJ/kg. Sebaliknya, kadar abu, sulfur, dan klorin meningkat menjadi 52,98%, 0,60%, dan 0,80%. Biochar memiliki karakteristik lebih baik sebagai bahan bakar padat dibandingkan biopelet pada parameter kadar air, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, dan nilai kalor. Namun, kadar abu, sulfur, dan klorin masih melebihi standar akibat heterogenitas bahan baku RDF. Peningkatan kualitas bahan baku dan optimalisasi proses karbonisasi diperlukan agar memenuhi standar mutu.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Ir. Fadjar Goembira, S.T., M.Sc : Dr. Ir. Tivany Edwin, S.T., M.Eng |
| Uncontrolled Keywords: | Biochar; Biopelet; Karbonisasi; Karakteristik Bahan Bakar; Refuse Derived Fuel (RDF) |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S2 Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | S2 Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 10:15 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 10:15 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531993 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric