Lestari, Indah Herta (2026) Analisis Spasial dan Risiko Ekologis Logam Berat dari Sampah B3 Tercampur Terhadap Air Tanah di Sekitar TPA Air Dingin, Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (232kB) |
|
|
Text (Bab I)
02. Bab I..pdf - Published Version Download (186kB) |
|
|
Text (Bab V)
03. Bab V.pdf - Published Version Download (156kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (231kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Kegagalan pemilahan sampah yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) domestik dan industri di Kota Padang menyebabkan limbah berakhir di TPA Air Dingin, sehingga melepaskan logam berat melalui infiltrasi lindi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi multilogam (Pb, Cd, Cr, Zn, Ni, Cu, dan Fe) air tanah, memetakan persebaran spasial, menguji korelasi multimedia, serta mengevaluasi risiko ekologis menggunakan metode Ecological Risk Index (RI). Sampling dilakukan secara grab sampling di lima titik, meliputi sumur pantau, sumur penduduk (downgradient), dan sumur background (upgradient). Analisis Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) menunjukkan konsentrasi Fe pada sumur pantau T1 (4,352 mg/L) melonjak 20 kali lipat dibandingkan dengan background (0,224 mg/L), melebihi baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023 akibat kondisi anaerobik subsurface yang mereduksi Fe3+ menjadi Fe2+. Dinamika lindi fase asetogenik terdeteksi lewat anomali pH asam di T2 (5,89). Meskipun konsentrasi Pb, Cr, Zn, Ni, dan Cu memenuhi baku mutu dengan Cd < LOD, uji korelasi Spearman membuktikan bahwa seluruh profil kelimpahan multilogam air tanah identik dengan karakteristik air lindi (r = 0,999; p = 0,000), menegaskan efluen TPA sebagai polutan utama. Secara spasial, Pb memperlihatkan degradasi konsentris linier terhadap jarak (r = -0,971; p = 0,029), sedangkan Cr dan Ni menunjukkan anomali sebaran lokal akibat efek retardasi geokimia tanah. Nilai Risk Index (RI) kumulatif berkisar 84–155, mengklasifikasikan sumur T1 dalam kategori Risiko Ekologis Sedang (Moderate Risk) yang dipicu oleh bobot toksisitas Cd serta akumulasi Fe-Cu terlarut, sementara area pemukiman lainnya berisiko rendah.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Ir. Yenni Ruslinda, M.T ; Ir. Taufiq Ihsan, S.T., M.T., Ph.D |
| Uncontrolled Keywords: | Air Tanah; Ecological Risk Index; Lindi; Logam Berat; Sampah B3 Tercampur |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | S1 Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 29 Aug 2026 04:13 |
| Last Modified: | 29 Aug 2026 04:13 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531887 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]