Hidayati, Galuh (2026) Pengaruh Penggunaan Limbah Kacang Tanah Arachis hypogaea Sangrai Terhadap Berat Telur, Haugh Unit Telur dan Indeks Kuning Telur Puyuh Coturnix coturnix japonica. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (COVER DAN ABSTRAK)
01. COVER DAN ABSTRAK .pdf - Published Version Download (321kB) |
|
|
Text (BAB 1)
02. BAB 1.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 5)
03. BAB 5.pdf - Published Version Download (138kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (SKRIPSI FUL TEXT)
05. Skripsi ful text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan level optimum penggunaan limbah kacang tanah Arachis hypogaea sangrai (TLKTS) dari limbah industri kacang goreng sebagai subtitusi bungkil kedelai dalam ransum terhadap kualitas telur puyuh Coturnix coturnix japonica. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu R0 = 0% TLKTS, R1 = 5% TLKTS, R2 = 10% TLKTS, R3 = 15% TLKTS, dan R4 = 20% TLKTS dalam ransum puyuh petelur. Peubah yang diamati meliputi berat telur, Haugh Unit telur, dan indeks kuning telur. Rataan berat telur tertinggi diperoleh pada perlakuan R0 sebesar 6,67 g/butir dan terendah pada perlakuan R4 sebesar 6,04 g/butir. Nilai Haugh Unit tertinggi diperoleh pada perlakuan R0 sebesar 56,34 dan terendah pada perlakuan R4 sebesar 47,39. Rataan indeks kuning telur tertinggi diperoleh pada perlakuan R0 sebesar 1,27 dan terendah pada perlakuan R4 sebesar 1,14. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan tepung limbah kacang tanah sangrai memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat telur dan indeks kuning telur, namun memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai Haugh Unit telur puyuh. Kesimpulan penelitian ini bahwa penggunaan tepung limbah kacang tanah sangrai (TLKTS) sebagai substitusi bungkil kedelai dalam ransum puyuh petelur sampai level 15% (R3) masih mampu mempertahankan kualitas telur puyuh, dengan berat telur 6,23 g/butir, Haugh unit 54,99 dan Indeks kuning telur 1,20.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Ir. Mirzah, MS; Kadran Fajrona, S.Pt., M.Pt |
| Uncontrolled Keywords: | Bungkil kedelai, Kualitas telur, Puyuh, Substitusi, TLKTS Bungkil kedelai; Kualitas telur; Puyuh; Substitusi; TLKTS |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Fakultas Peternakan > S1 Peternakan |
| Depositing User: | S1 Peternakan Peternakan |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 08:17 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 08:17 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531866 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]