Analisis Akurasi Perhitungan Harga Pokok Produk Pada Proyek Konstruksi Modul Industri Baja di Pt Angkasa Engineers Indonesia

Handayani, Sophia Dwi (2026) Analisis Akurasi Perhitungan Harga Pokok Produk Pada Proyek Konstruksi Modul Industri Baja di Pt Angkasa Engineers Indonesia. D3 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover)
01.Cover.pdf - Published Version

Download (121kB)
[img] Text (02. Bab 1)
02. Bab 1.pdf - Published Version

Download (192kB)
[img] Text (03. Bab V)
03. Bab V.pdf - Published Version

Download (152kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (151kB)
[img] Text (05. Tugas Akhir Fulltext)
05. Tugas Akhir Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (738kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi perhitungan harga pokok produk pada proyek konstruksi baja di PT Angkasa Engineers Indonesia. Perusahaan menggunakan metode job order costing dengan pendekatan full costing, karena setiap proyek memiliki spesifikasi, ukuran, tingkat kesulitan, serta kebutuhan biaya yang berbeda. Perhitungan harga pokok produk dilakukan dengan mengelompokkan biaya ke dalam tiga komponen utama, yaitu biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis terhadap data biaya proyek konstruksi baja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga pokok produk menurut perusahaan adalah sebesar Rp 2.500.000.000, yang terdiri atas biaya bahan baku langsung sebesar Rp2.100.000.000, biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp125.000.000, dan biaya overhead pabrik sebesar Rp275.000.000. Berdasarkan analisis teori, pembebanan biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung telah dilakukan secara akurat karena dapat ditelusuri secara langsung ke proyek yang dikerjakan. Namun, pembebanan biaya overhead pabrik belum sepenuhnya akurat karena biaya communication sebesar Rp12.500.000 dan office consumable sebesar Rp75.000.000 masih dimasukkan ke dalam biaya overhead pabrik, padahal kedua biaya tersebut lebih tepat diklasifikasikan sebagai biaya operasional kantor. Setelah dilakukan penyesuaian, biaya overhead pabrik menurut teori menjadi Rp187.500.000 dan harga pokok produk yang seharusnya adalah sebesar Rp2.412.500.000. Dengan demikian, terdapat selisih perhitungan sebesar Rp87.500.000 atau sekitar 3,63% dari harga pokok produk menurut teori. Selisih tersebut menyebabkan harga pokok produk menurut perusahaan menjadi lebih tinggi dan dapat memengaruhi penetapan harga jual, perhitungan laba, serta evaluasi kinerja proyek. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperbaiki klasifikasi biaya serta menetapkan tarif biaya overhead pabrik di muka berdasarkan anggaran dan dasar pembebanan yang sesuai agar perhitungan harga pokok produk menjadi lebih akurat.

Item Type: Thesis (D3)
Supervisors: Drs. Riwayadi, M.B.A., Ak., CA., CPMA., CSRS., CSRA.
Uncontrolled Keywords: akurasi biaya; harga pokok produk; job order costing; full costing; konstruksi baja.
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: D3 Akuntansi Akuntansi
Date Deposited: 26 Aug 2026 11:02
Last Modified: 26 Aug 2026 11:02
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531858

Actions (login required)

View Item View Item