Alya, Raihani (2026) Kajian Ketepatan Dosis Obat Antituberkulosis (OAT) Fase Intensif dan Hasil Pemeriksaan Sputum Pasien Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Universitas Andalas. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (210kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (148kB) |
|
|
Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (140kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (107kB) |
|
|
Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Keberhasilan terapi tuberkulosis sangat dipengaruhi oleh ketepatan dosis obat antituberkulosis (OAT), karena dosis yang tidak sesuai dapat menyebabkan kegagalan terapi, meningkatkan risiko resistensi, serta memengaruhi hasil klinis seperti konversi sputum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, ketepatan dosis OAT fase intensif, serta hasil pemeriksaan sputum pada pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Universitas Andalas. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis pasien tuberkulosis paru periode Januari 2024 hingga Desember 2025 dengan teknik total sampling. Data rekam medis pasien dikelompokkan berdasarkan status perawatan, yaitu rawat jalan dan rawat inap. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, berat badan, bentuk dan dosis OAT, serta hasil pemeriksaan sputum setelah fase intensif, yang dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 92 pasien, sebagian besar berada pada kelompok usia 18–65 tahun dan berjenis kelamin laki-laki, serta mayoritas menerima OAT dalam bentuk kombinasi dosis tetap (KDT). Ketepatan dosis OAT ditemukan pada 83,3% pasien rawat jalan dan 81,8% pasien rawat inap. Dari 53 pasien yang memiliki data hasil pemeriksaan sputum setelah fase intensif, konversi sputum terjadi pada 80,0% pasien rawat jalan dan 61,1% pasien rawat inap. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien telah menerima dosis OAT sesuai pedoman dengan hasil konversi sputum yang cukup baik, meskipun masih terdapat ketidaktepatan dosis yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan keberhasilan terapi.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. apt. Hansen Nasif, Sp.FRS ; apt. Dedy Almasdy, M.Si, Ph.D |
| Uncontrolled Keywords: | Tuberkulosis; Obat Antituberkulosis; Ketepatan Dosis; Konversi Sputum |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S1 Farmasi Farmasi |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 06:35 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 06:35 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531759 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric