Subkultur Remaja Dalam Fenomena Balap Liar di Kota Padang

Kurnia, Faldi Refda (2026) Subkultur Remaja Dalam Fenomena Balap Liar di Kota Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (206kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (297kB)
[img] Text (BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (478kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (239kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini membahas tentang subkultur remaja dalam fenonema balap liar. balap liar merupakan aktivitas balapan kendaraan bermotor yang bersifat ilegal di jalan raya tanpa adanya izin resmi. Dalam perspektif antropologis, fenomena balap liar tidak hanya dapat dipahami sebagai bentuk penyimpangan sosial semata, tetapi juga sebagai bagian dari praktik budaya yang berkembang di kalangan remaja. Balap liar dapat dilihat sebagai suatu bentuk subkultur yang memiliki nilai, norma, simbol, serta pola interaksi sosial tersendiri. Kelompok subkultur ini membentuk cara hidup dan perilaku yang mereka anggap lebih cocok dengan nilai-nilai atau keyakinan mereka, meskipun terkadang bertentangan dengan norma yang ada dalam masyarakat secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor structural yang melatarbelakangi terbentuknya subkultur balap liar dikalangan remaja. Mendeskripsikan bentuk subkultur remaja yang terlibat balap liar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dan dokumentasi. Observasi langsung dilakukan untuk mengamati subkultur remaja yang langsung terlibat dalam balap liar, sementara wawancara dengan informan kunci yaitu pelaku balap liar untuk memahami subkultur tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena balap liar di Kota Padang dapat dipahami tidak hanya sebagai perilaku menyimpang, tetapi sebagai bentuk subkultur remaja. Subkultur ini terbentuk dari kesamaan minat terhadap dunia otomotif dan kecepatan, serta kebutuhan remaja dalam mencari identitas diri dan pengakuan sosial di lingkungan pergaulan mereka. Subkultur balap liar menunjukkan adanya sistem nilai dan norma internal yang khas. Remaja pelaku balap liar cenderung mengedepankan nilai keberanian, kecepatan, gengsi, dan eksistensi diri, yang dalam praktiknya sering kali bertentangan dengan nilai keselamatan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap hukum yang dianut masyarakat umum. Dalam aspek sistem sosial, subkultur balap liar memiliki struktur yang terorganisir secara informal, yang ditandai dengan adanya pembagian peran, hubungan sosial yang kuat, serta solidaritas dan loyalitas antaranggota. Selain itu, subkultur balap liar juga ditandai dengan penggunaan simbol-simbol khas sebagai bentuk identitas kelompok, seperti modifikasi motor, penggunaan knalpot bising, atribut tertentu, serta bahasa internal yang hanya dipahami oleh sesama anggota.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Syahrizal, M.Si; Prof.Dr.rer.soz. Nursyirwan Effendi
Uncontrolled Keywords: Subkultur; Remaja; Fenomena; Balap Liar; Padang;
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Antropologi Sosial
Depositing User: S1 Antropologi Sosial
Date Deposited: 24 Aug 2026 03:47
Last Modified: 24 Aug 2026 03:47
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531558

Actions (login required)

View Item View Item