Violeta, Adella (2026) HUBUNGAN KADAR KALSIUM SERUM, INDEKS MASSA TUBUH (IMT), DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT KEPARAHAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI S1 KEBIDANAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01.Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (442kB) |
|
|
Text (Bab I)
02.Bab I.pdf - Published Version Download (256kB) |
|
|
Text (Bab VII)
03.Bab VII.pdf - Published Version Download (189kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04.Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (300kB) |
|
|
Text (Tesis Fulltext)
05.Tesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
PMS merupakan kumpulan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang terjadi menjelang haid pada sebagian besar perempuan usia reproduksi. Tingkat keparahan gejala PMS diduga berhubungan dengan kadar kalsium serum,serta dapat dipengaruhi oleh faktor perancu seperti IMT dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar kalsium serum, IMT dan aktivitas fisik dengan tingkat keparahan PMS. Peneliti mengukur kadar kalsium serum melalui pemeriksaan darah dengan metode direct colorimetric test (arsenazo III), menilai tingkat keparahan PMS dengan kuesioner Premenstrual Symptoms Screening Tool (PSST), menghitung IMT berdasarkan data berat dan tinggi badan, serta mengukur aktivitas fisik dengan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Penelitian menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 45 mahasiswi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling . Analisis hubungan kadar kalsium dengan tingkat keparahan PMS menggunakan uji Mann–Whitney, sedangkan hubungan IMT dan aktivitas fisik dengan tingkat keparahan PMS menggunakan uji Chi-square. Berdasarkan hasil pengukuran, median kadar kalsium serum responden adalah 9,70 mg/dL. Sebagian besar responden (68,9%) berada pada kategori tidak PMS atau PMS ringan, sedangkan 31,1% mengalami PMS sedang sampai berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kalsium serum berhubungan signifikan dengan tingkat keparahan PMS (p=0,019). IMT (p=0,746) dan aktivitas fisik (p=0,717) tidak berhubungan signifikan dengan tingkat keparahan PMS. Kesimpulan penelitian adalah kadar kalsium serum berhubungan dengan tingkat keparahan PMS. IMT dan Aktifitas Fisik tidak ada hubungan dengan tingkat keparahan PMS. Mahasiswi diharapkan melakukan upaya pencegahan keparahan PMS melalui pemenuhan kebutuhan kalsium. Kata kunci: Kadar kalsium serum, premenstrual syndrome, indeks massa tubuh, aktivitas fisik,mahasiswi kebidanan
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Dessy Arisanty, MSc; Dr.dr.Eka Nofita, M. Biomed |
| Uncontrolled Keywords: | Kadar kalsium serum; premenstrual syndrome; indeks massa tubuh; aktivitas fisik; mahasiswi kebidanan |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S2 Kebidanan |
| Depositing User: | S2 Kebidanan kebidanan |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 01:59 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 01:59 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531467 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]