Profil Fitokimia, Kandungan Flavonoid Total, Aktivitas Antioksidan, dan Toksisitas Ekstrak Metanol Kulit Buah Markisa (Passiflora edulis Sims)

Putri, Rahma Cahyani (2026) Profil Fitokimia, Kandungan Flavonoid Total, Aktivitas Antioksidan, dan Toksisitas Ekstrak Metanol Kulit Buah Markisa (Passiflora edulis Sims). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (310kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (270kB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (254kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (344kB)
[img] Text (Skripsi full text)
Skripsi full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kulit buah markisa (Passiflora edulis Sims) merupakan limbah pertanian yang belum banyak dimanfaatkan dan diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Senyawa antioksidan berperan dalam menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil fitokimia, kandungan flavonoid total, aktivitas antioksidan, dan aktivitas toksisitas ekstrak metanol kulit buah markisa beserta fraksinya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Profil fitokimia ditentukan melalui uji skrining fitokimia, kandungan flavonoid total dianalisis menggunakan metode AlCl₃, aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH, sedangkan aktivitas toksisitas ditentukan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan larva Artemia salina Leach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan fraksi kulit buah markisa mengandung golongan metabolit sekunder berupa flavonoid, fenolik, saponin, steroid, triterpenoid, dan alkaloid dengan distribusi yang berbeda pada setiap fraksi. Fraksi metanol-air memiliki kandungan flavonoid total tertinggi sebesar 135,95 mg QE/g ekstrak, sedangkan ekstrak metanol memiliki kandungan terendah sebesar 67,10 mg QE/g ekstrak. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa fraksi metanol-air memiliki aktivitas antioksidan terbaik dengan nilai IC₅₀ sebesar 102,55 mg/L, diikuti oleh fraksi etil asetat sebesar 139,43 mg/L, ekstrak metanol sebesar 194,85 mg/L, dan fraksi n-heksana sebesar 224,14 mg/L. Hasil uji toksisitas menunjukkan nilai LC₅₀ ekstrak metanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol-air berturut-turut sebesar 645,65 mg/L, 1862,09 mg/L, 283,79 mg/L, dan 1375,625 mg/L. Berdasarkan nilai tersebut, ekstrak metanol tergolong toksik lemah, fraksi etil asetat tergolong toksik sedang, sedangkan fraksi n-heksana dan fraksi metanol-air tergolong tidak toksik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kulit buah markisa berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif alami, dengan fraksi metanol-air sebagai fraksi yang paling potensial karena memiliki kandungan flavonoid total tertinggi, aktivitas antioksidan terbaik, dan tingkat toksisitas yang relatif rendah.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr Drs. Adlis Santoni, M.S ; Prof. Dr. Mai Efdi, M.Si
Uncontrolled Keywords: Passiflora edulis Sims; kulit buah markisa; flavonoid total; antioksidan; toksisitas
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Kimia
Depositing User: S1 Kimia Kimia
Date Deposited: 26 Aug 2026 02:09
Last Modified: 26 Aug 2026 02:09
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531458

Actions (login required)

View Item View Item