Yesindi, Saniyyah (2026) LEKSIKON KULINER BANGKA BELITUNG PADA AKUN TIKTOK KOKO BANGKA NGIN: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01 cover & abstrak)
01 Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (416kB) |
|
|
Text (02 bab 1)
02 BAB I.pdf - Published Version Download (344kB) |
|
|
Text (03 bab iv)
03 BAB IV.pdf - Published Version Download (302kB) |
|
|
Text (04 daftar pustaka)
04 daftar pustaka.pdf - Published Version Download (301kB) |
|
|
Text
05 SKRIPSI FULL TEKS - SANIYYAH YESINDI.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Saniyyah Yesindi. 2110722042. “Leksikon Kuliner Bangka Belitung pada Akun TikTok Koko Bangka Ngin: Kajian Antropolinguistik”. Skripsi. Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Padang, 2026. Pembimbing I Dr. Fajri Usman, M.Hum., dan Pembimbing II Alex Darmawan, S.S., M.A. Penelitian ini mengidentifikasi 1) bentuk-bentuk leksikon kuliner, 2) mendeskripsikan makna etik dan emiknya, 3) serta mengungkap nilai budaya dalam leksikon kuliner Bangka Belitung. Kajian dengan pendekatan antropolinguistik terhadap leksikon ini masih terbatas terutama yang menelaah akulturasi etnis Melayu Bangka dan Tionghoa Hakka, melalui data digital media sosial TikTok. Penelitian ini memakai teori antropolinguistik Sibarani, konsep makna etik dan emik dari Duranti, dan 17 nilai kearifan lokal yang dirumuskan Sibarani. Data berasal dari akun TikTok Koko Bangka Ngin, dikumpulkan melalui metode simak-catat dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC). Analisis menggunakan metode padan referensial, dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan Hubung Banding Memperbedakan (HBB), kemudian hasilnya disajikan secara informal. Hasil analisis data menunjukkan 1) leksikon kuliner Bangka Belitung terbagi ke dalam lima bentuk yaitu kata tunggal, kata kompleks hasil pemendekan atau akronim, kata ulang atau reduplikasi kata majemuk atau kompositum, dan frasa nominal. 2) Secara makna etik, leksikon-leksikon ini mengacu pada bahan dasar, cara pengolahan, dan ciri fisik makanan. 3) Secara makna emik, masyarakat memaknainya sebagai simbol identitas etnis, sarana ritual, ungkapan syukur, dan media pelestarian budaya. Analisis nilai budaya menemukan 16 dari 17 nilai kearifan lokal Sibarani, dengan pelestarian dan kreativitas budaya sebagai nilai paling menonjol. Leksikon kuliner Bangka Belitung berfungsi lebih dari sekadar penamaan. Mencerminkan akulturasi budaya, identitas kolektif, dan kearifan lokal masyarakat Melayu Bangka dan Tionghoa Hakka, dan menegaskan bahwa media sosial seperti TikTok layak dijadikan sumber data linguistik dan kebudayaan. Kata kunci: antropolinguistik, leksikon kuliner, Bangka Belitung, etik dan emik, dan nilai budaya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Budaya > S1 Sastra Indonesia |
| Depositing User: | S1 Sastra Indonesia |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 06:42 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 06:42 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531252 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric