Putri, Afifah Aisyah (2026) PEMAHAMAN KELUARGA YANG MELAKSANAKAN TRADISI MALAPEK (Studi Kasus : 5 Keluarga di Nagari Sungai Pua Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (148kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (237kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (45kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (42kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Tradisi malapek 7 bulanan merupakan salah satu tradisi masyarakat Minangkabau yang masih dilestarikan di nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. Tradisi ini dilaksanakan pada usia kehamilan tujuh bulan sebagai bentuk ungkapan syukur, doa keselamatan bagi ibu dan calon bayi, serta sarana mempererat hubungan sosial masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman keluarga yang telah melaksanakan tradisi malapek 7 bulanan di nagari Sungai Pua serta mendeskripsikan makna simbolik makanan adat bagi keluarga yang telah melaksanakan tradisi malapek 7 bulanan di nagari Sungai Pua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Pada pemlilihan informan menggunakan teknik pusposive sampling, serta menggunakan teori simbolik Victor Turner. Temuan dari penelitin ini menunjukkan tradisi malapek 7 bulanan tetap menjadi praktik budaya yang signifikan di nagari Sungai Pua, diturunkan dari generasi ke generasi. Berfungsi sebagai ungkapan rasa terima kasih atas kesehatan ibu hamil dan doa untuk persalinan bayi. Makna simbolik makanan adat, makanan tradisional yang disajikan selama tradisi membawa makna simbolik yang mendalam, misalnya lapek juadah melambangkan perlindungan bagi janin, kolak kapelo menandakan kekuatan dan ketahanan, nasi lamak menunjukkan kemakmuran dan niat baik, pisang kalek melambangkan garis keturunan yang berkelanjutan dan kesiapan untuk melahirkan, batiah mendorong kepribadian yang berkembang dan bermanfaat bagi anak, dan kipang mewakili kerendahan hati, hubungan manis, dan nilai tinggi anak. Dalam masyarakat tradisi memupuk ikatan kekerabatan yang kuat dan solidaritas sosial dengan anggota masyarakat secara aktif berpartisipasi dalam persiapan dan menunjukkan saling membatu dan kerja sama.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Drs. Afrida, M.Hum ; Prof. Dr. Zainal Arifin, M.Hum |
| Uncontrolled Keywords: | Tradisi malapek 7 bulanan; Pemahaman Keluarga; Makna Simbolik; Makanan Adat; Budaya Minagkabau |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Antropologi Sosial |
| Depositing User: | S1 Antropologi Sosial |
| Date Deposited: | 22 Aug 2026 03:46 |
| Last Modified: | 22 Aug 2026 03:46 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531216 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric