Belinda, Natasya (2026) Pemanfaatan Serbuk Mahkota Nanas (Ananas Comosus) Sebagai Adsorben Dalam Menyisihkan Kromium Heksavalen (Cr(VI)) Dari Air Tanah Menggunakan Sistem Adsorpsi Batch. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (338kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (267kB) |
|
|
Text (BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version Download (179kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (231kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pencemaran air tanah oleh kromium heksavalen (Cr(VI)) merupakan permasalahan lingkungan yang perlu mendapat perhatian karena bersifat toksik dan karsinogenik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi serbuk mahkota nanas sebagai adsorben alami untuk menyisihkan Cr(VI) dari air tanah melalui adsorpsi sistem batch. Optimasi dilakukan menggunakan larutan artifisial Cr(VI) dengan memvariasikan ukuran partikel dan dosis adsorben, pH, konsentrasi awal adsorbat, serta waktu kontak. Konsentrasi Cr(VI) dianalisis menggunakan spektrofotometri visible sesuai SNI 6989.71:2009, sedangkan karakteristik adsorben dikaji menggunakan SEM-EDX dan FTIR. Kondisi optimum diperoleh pada ukuran partikel 0,075–0,25 mm, dosis adsorben 6 g/L, pH 2, konsentrasi awal Cr(VI) 1 mg/L, dan waktu kontak 90 menit dengan efisiensi penyisihan 87,09% serta kapasitas adsorpsi 0,145 mg/g. Data adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir Tipe I (R² = 0,93) yang mengasumsikan adsorpsi berlangsung pada lapisan monolayer dari permukaan adsorben yang relatif homogen dan model kinetika pseudo-second-order (R² = 0,98), yang menunjukkan laju adsorpsi dipengaruhi oleh interaksi antara ion Cr(VI) dan situs aktif adsorben. Aplikasi pada air tanah menghasilkan efisiensi penyisihan sebesar 57,38% dengan kapasitas adsorpsi 0,028 mg/g pada pH asli, serta 79,6% dengan kapasitas adsorpsi 0,039 mg/g pada pH optimum. Hasil SEM-EDX menunjukkan permukaan adsorben yang berpori, sementara FTIR mengidentifikasi gugus hidroksil, karboksil dan karbonil sebagai situs aktif adsorpsi. Hasil uji statistik menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, serta uji ANOVA menunjukkan bahwa variasi parameter penelitian memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi penyisihan dan kapasitas adsorpsi (p < 0,05). Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan serbuk mahkota nanas berpotensi sebagai adsorben alternatif untuk penyisihan Cr(VI) dari air tanah, namun aktivasi adsorben masih diperlukan untuk meningkatkan efektivitasnya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Shinta Indah, S.Si., M.T., Ph.D ; Prof. Dr. Ir. Denny Helard, M.T |
| Uncontrolled Keywords: | adsorben; adsorpsi batch; air tanah; kromium heksavalen; mahkota nanas |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | S1 Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 03:42 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 03:42 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531203 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric