Teknik Pengeringan Beku Menggunakan Water Cooling Efek Peltier pada Cengkeh dengan Variasi Laju Aliran

Alfarizki, Muhammad (2026) Teknik Pengeringan Beku Menggunakan Water Cooling Efek Peltier pada Cengkeh dengan Variasi Laju Aliran. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (561kB)
[img] Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (569kB)
[img] Text (BAB Penutup)
03. Bab V.pdf - Published Version

Download (558kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (425kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan salah satu komoditas rempah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan pada industri rokok kretek, farmasi, kosmetik, serta pangan. Pengeringan cengkeh secara konvensional masih bergantung pada sinar matahari sehingga memerlukan waktu yang lama dan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi laju aliran air pada sistem water cooling berbasis efek Peltier terhadap kinerja sistem pendingin dan hasil pengeringan beku cengkeh. Penelitian menggunakan dua modul termoelektrik Peltier TEC1-12709 yang dipadukan dengan sistem water cooling. Variasi laju aliran air yang digunakan yaitu 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; dan 2,5 L/menit dengan waktu pendinginan selama 12 jam. Parameter yang diamati meliputi temperatur ruang pendinginan, Coefficient of Performance (COP), laju pendinginan, penyusutan massa cengkeh, serta kualitas hasil pengeringan. Hasil pengeringan beku juga dibandingkan dengan metode pengeringan konvensional dan pengeringan menggunakan dehydrator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan laju aliran air mampu meningkatkan pelepasan kalor pada sisi panas modul Peltier sehingga temperatur ruang pendinginan menjadi lebih rendah. Temperatur minimum yang dicapai sistem adalah sekitar −5°C pada laju aliran 2,5 L/menit. Nilai COP juga meningkat seiring bertambahnya laju aliran air, yang menunjukkan peningkatan efisiensi sistem pendingin. Pengeringan beku menghasilkan kualitas cengkeh yang lebih baik dibandingkan pengeringan konvensional, ditandai dengan warna, bentuk, dan tekstur yang lebih terjaga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem water cooling berbasis efek Peltier dengan variasi laju aliran air mampu meningkatkan kinerja pendinginan dan memberikan hasil pengeringan beku yang lebih baik sehingga berpotensi menjadi alternatif metode pengeringan cengkeh.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Ir. Iskandar R., M.T.
Uncontrolled Keywords: cengkeh; pengeringan beku; efek Peltier, water cooling system; laju aliran air; Coefficient of Performance (COP)
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: S1 Teknik Mesin
Date Deposited: 28 Aug 2026 13:50
Last Modified: 28 Aug 2026 13:50
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530955

Actions (login required)

View Item View Item