Analisis Perbandingan Konsentrasi CO2 dan TVOC pada Ruangan Kelas Ber-AC dan Non-AC di Universitas Andalas Menggunakan Low-Cost Sensor

Septiawarman, Firman (2026) Analisis Perbandingan Konsentrasi CO2 dan TVOC pada Ruangan Kelas Ber-AC dan Non-AC di Universitas Andalas Menggunakan Low-Cost Sensor. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (291kB)
[img] Text (BAB 1)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (210kB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (169kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (174kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kualitas udara dalam ruangan (Indoor Air Quality/IAQ) di fasilitas pendidikan merupakan faktor krusial yang memengaruhi kesehatan, kenyamanan, dan konsentrasi belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan konsentrasi Karbon Dioksida (CO₂) dan Total Volatile Organic Compounds (TVOC) pada ruang kelas ber-AC dan non-AC di Universitas Andalas, mengevaluasi kesesuaiannya dengan baku mutu Permenkes RI No. 2 Tahun 2023, mengidentifikasi potensi sumber pencemar, serta menganalisis korelasinya terhadap suhu, kelembapan, dan kepadatan penghuni. Pengukuran dilakukan secara kontinu selama 24 jam penuh sepanjang lima hari kerja pada enam ruang kelas sampel, yaitu empat ruang ber-AC (RSTA 2, RSTA 3 Split Wall), (RSTA 4, RSTA 5 Sentral) dan dua ruang non-AC (G1.5, G1.11), menggunakan Low-Cost Sensor berbasis IoT (Wi-Fi Environmental Sensor RS-WFVS2). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji Kruskal-Wallis, korelasi Spearman Rank, serta analisis pola temporal harian. Hasil menunjukkan rata-rata harian CO₂ berkisar 447,00-873,08 ppm dan TVOC 228,33 - 944,68 ppb, masih memenuhi baku mutu secara rerata harian. Namun, pada jam aktif perkuliahan, ruang ber-AC mengalami akumulasi CO₂ yang melampaui ambang batas, dengan puncak tertinggi 3.053 ppm di RSTA 5 dan 2.762 ppm di RSTA 4, sementara ruang non-AC tetap aman dengan maksimum 770 ppm. Uji Kruskal-Wallis membuktikan perbedaan signifikan (p<0,05) CO₂ dan TVOC antara kedua tipe ruangan. Sumber emisi CO₂ bersifat biogenik dari respirasi penghuni, sedangkan TVOC dipicu aktivitas antropogenik seperti produk perawatan pribadi dan perlengkapan perkuliahan. Kepadatan penghuni terbukti menjadi determinan utama kenaikan CO₂. Direkomendasikan penerapan purging berkala, penambahan exhaust fan, evaluasi kapasitas penghuni, dan penggunaan material rendah emisi.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Ir. Vera Surtia Bachtiar, Ph.D., IPU. ; Ir. Taufiq Ihsan, Ph.D., IPM.
Uncontrolled Keywords: Kualitas Udara Dalam Ruangan, CO₂, TVOC, Low-Cost Sensor, Ruang Kelas
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan
Depositing User: S1 Teknik Lingkungan
Date Deposited: 24 Aug 2026 08:56
Last Modified: 24 Aug 2026 08:56
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530844

Actions (login required)

View Item View Item