Kelimpahan dan Infestasi Ektoparasit Pada Monyet Ekor Panjang di Habitat Hutan dan Lingkungan Urban

Salsabila, Salsabila (2026) Kelimpahan dan Infestasi Ektoparasit Pada Monyet Ekor Panjang di Habitat Hutan dan Lingkungan Urban. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (882kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (296kB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (444kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (341kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan primata yang mampu beradaptasi pada berbagai tipe habitat, termasuk habitat hutan dan lingkungan urban. Perbedaan karakteristik kedua habitat tersebut diduga memengaruhi keberadaan dan tingkat infestasi ektoparasit pada inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan infestasi ektoparasit pada monyet ekor panjang di habitat hutan dan urban yang dilaksanakan pada Maret–November 2025 di Limau Manis (hutan) dan Ngarai Sianok (urban) dengan total 84 individu (39 hutan, 45 urban) yang diperiksa menggunakan metode hand sorting. Sebanyak 29 individu ektoparasit yang terdiri atas enam spesies berhasil diidentifikasi, yaitu Stylidia sp., Eucampsipoda sundaica, Raymondia sp., Pedicinus sp., Basilia sp., dan Leptocyclopodia ferrarii. Nilai kelimpahan ektoparasit di habitat hutan sebesar 0,74 individu per monyet yang diperiksa. Leptocyclopodia ferrarii merupakan spesies dengan kelimpahan relatif “tinggi” yaitu 79,31%, sedangkan lima spesies lainnya memiliki kelimpahan relatif antara 3,45–6,89%. Sebanyak 12 dari 39 individu monyet di habitat hutan terinfestasi ektoparasit dengan prevalensi sebesar 30,77%. Selanjutnya, intensitas ektoparasi rendah yaitu 1,00–3,83 individu per inang terinfestasi, sedangkan di lingkungan hutan tidak ditemukan ektoparasit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitat hutan lebih mendukung keberadaan ektoparasit dibandingkan lingkungan urban. Penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai pola kelimpahan dan infestasi ektoparasit pada monyet ekor panjang di habitat yang berbeda serta mendukung upaya mitigasi risiko penyakit zoonosis melalui pendekatan One Health.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Rizaldi, M. Sc; Dr. Dra. Mairawita, M. Sc
Uncontrolled Keywords: Macaca fascicularis; Ektoparasit; Kelimpahan; Prevalensi; Intensitas; Habitat Hutan; Lingkungan Urban
Subjects: Q Science > Q Science (General)
R Medicine > RB Pathology
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Biologi
Depositing User: S1 Biologi Biologi
Date Deposited: 24 Aug 2026 04:00
Last Modified: 24 Aug 2026 04:00
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530647

Actions (login required)

View Item View Item