Rizki, Hutrio Rizki (2026) Pengaruh Foaming pada Pelumas Minyak Mineral terhadap Keausan pada Alat Uji Pin On Disc. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (231kB) |
|
|
Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (230kB) |
|
|
Text (Bab V)
03. Bab V.pdf - Published Version Download (168kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (216kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pembentukan busa, atau foaming, dalam minyak pelumas merupakan isu krusial yang secara signifikan dapat menghambat efektivitas fungsi pelumasan, terutama dalam sistem mekanik yang beroperasi di bawah kondisi tekanan tinggi dan kecepatan rotasi yang cepat. Fenomena ini menyebabkan gangguan pada integritas lapisan pelumas, berpotensi meningkatkan kontak antar permukaan logam dan mempercepat keausan. Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk mengevaluasi secara kuantitatif pengaruh langsung dari tingkat foaming minyak pelumas terhadap laju keausan material. Pengujian dilakukan menggunakan alat uji tribologi dengan konfigurasi Pin-on-Disc. Dalam studi ini, minyak pelumas yang dipilih adalah RG dengan klasifikasi ISO VG 220. Pelumas ini umum diaplikasikan sebagai pelumas roda gigi industri, menjadikannya relevan untuk simulasi kondisi operasional nyata. Untuk mendapatkan variasi tingkat foaming yang terkontrol, mengimplementasikan metode aerasi terkontrol. Metode ini dirancang untuk mereplikasi kondisi pembentukan busa yang terjadi dalam sistem pelumasan tertutup di lingkungan industri. Proses uji keausan dilakukan dengan menjaga parameter beban, kecepatan putar, dan waktu pengujian agar seragam di setiap variasi. Setelah pengujian, karakter permukaan yang mengalami keausan dianalisis secara cermat. Memanfaatkan mikroskop optik untuk observasi visual dan pengukuran profil permukaan untuk mendapatkan data kuantitatif mengenai kedalaman dan morfologi keausan. Hasil eksperimen secara konsisten menunjukkan bahwa peningkatan tingkat foaming berbanding lurus dengan peningkatan laju keausan permukaan spesimen. Keterkaitan ini dapat dijelaskan oleh terganggunya pembentukan film pelumas yang stabil. Film pelumas yang stabil sangat esensial karena berfungsi sebagai pemisah hidrodinamis antara dua permukaan logam yang saling berinteraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelumas dengan foaming menghasilkan laju keausan spesifik yang lebih tinggi dibandingkan pelumas tanpa foaming pada seluruh variasi beban dan kecepatan. Pada 500 rpm, scar diameter pin dan scar width disk lebih besar pada pelumas dengan foaming, sedangkan pada 3000 rpm scar diameter lebih besar pada pelumas tanpa foaming, tetapi scar width dan kedalaman bekas gesekan pada disk tetap lebih tinggi pada pelumas dengan foaming. Pengamatan morfologi menunjukkan adanya keausan abrasif pada putaran rendah dan keausan adhesif pada putaran tinggi. Secara keseluruhan, pembentukan foaming menurunkan efektivitas pelumasan dan meningkatkan keausan permukaan kontak.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Hendri Yanda, Ph.D; Prof. Dedison Gasni, Ph.D. |
| Uncontrolled Keywords: | Foaming; Keausan; Pelumas Gear; ISO VG 220; Tribologi; Pin on Disc |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin |
| Depositing User: | S1 Teknik Mesin |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 02:07 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 02:07 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530624 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric