Penyisihan Kandungan Organik Air Limbah Industri Tahu dengan Metode Microbial Fuel Cell Menggunakan Variasi Elektroda dan Rasio Penambahan Lumpur Tinja

Permata, Najmi Naila Putri (2026) Penyisihan Kandungan Organik Air Limbah Industri Tahu dengan Metode Microbial Fuel Cell Menggunakan Variasi Elektroda dan Rasio Penambahan Lumpur Tinja. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (241kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (160kB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (34kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (191kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan pengolahan biologis yang digunakan pada pengolahan awal maupun sekunder dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dan menghasilkan energi listrik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi penyisihan COD, produksi listrik, serta pengaruh jenis elektroda dan rasio F/M (Food/Microorganism) pada pengolahan air limbah tahu menggunakan MFC. Penelitian menggunakan MFC double chamber 1,5 L dengan kompartemen anoda anaerob dan katoda aerob dengan jembatan garam selama 144 jam dengan parameter COD dan energi listrik. Variasi penelitian meliputi jenis elektroda carbon cloth dan carbon felt dengan luas permukaan masing-masing 0,03204 m2 dan 0,0326 m2 serta rasio F/M 0,75 kg.COD/kg.VSS dan 1 kg.COD/kg.VSS. Lumpur tinja yang digunakan berasal dari kolam fakultatif sedangkan air limbah tahu berasal dari seluruh proses produksi yang ditampung dalam satu wadah dengan konsentrasi awal COD 34.166,67 mg/L sebagai substrat pada kompartemen anoda dan aquadest pada kompartemen katoda. Analisis statistik meliputi regresi, uji normalitas, homogenitas, dan beda. Berdasarkan hasil penelitian, MFC menyisihkan COD 75%-79%. Energi listrik yang dihasilkan 7,562 mWh – 13,176 mWh. Berdasarkan hasil analisis regresi antara penyisihan COD dan energi listrik, diperoleh nilai koefisien determinasi (R²) 0,9266–0,9815, yang menunjukkan adanya pengaruh yang kuat antara penyisihan COD dengan energi listrik yang dihasilkan. Reaktor dengan elektroda carbon felt dan rasio F/M 0,75 kg COD/kg VSS menunjukkan kinerja terbaik, dengan konsentrasi COD akhir 7.166,67 mg/L dan energi listrik yang dihasilkan 13,176 mWh. Namun, uji beda menunjukkan bahwa variasi jenis elektroda dan rasio F/M tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap penyisihan COD maupun energi listrik yang dihasilkan (sig. > 0,05).

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Budhi Primasari, S.T., M.Sc. ; Dr. Ir. Ansiha Nur, S.T., M.T.
Uncontrolled Keywords: Air Limbah Tahu; COD; Energi Listrik; Microbial Fuel Cell
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan
Depositing User: S1 Teknik Lingkungan
Date Deposited: 27 Aug 2026 02:13
Last Modified: 27 Aug 2026 02:13
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530545

Actions (login required)

View Item View Item