Aswir, Ilham Haidil (2026) Eksplorasi Rizobakteri Indigenos untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa (Colletotrichum truncatum (Schwein.) Andrus & W.D. Moore) pada Cabai Merah. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstract)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (458kB) |
|
|
Text (Bab I. Pendahuluan)
Bab I. Pendahuluan.pdf - Published Version Download (241kB) |
|
|
Text (Penutup)
Penutup.pdf - Published Version Download (206kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (255kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum truncatum merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman cabai merah. Penyakit ini dapat menurukan hasil berkisar antara 60-100%. Salah satu alternatif teknik pengendalian penyakit antraknosa adalah rizobakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat rizobakteri indigenos dari rizosfer tanaman cabai merah yang berpotensi dalam mengendalikan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh C.truncatum. Penelitian terdiri atas 4 tahap: (1) Eksplorasi rizobakteri indigenos dari rizosfer tanaman cabai merah dan peremajaan C. truncatum, (2) Uji kemampuan rizobakteri indigenos sebagai agens biokontrol terhadap C. truncatum menggunakan metode dual culture dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 13 perlakuan dan 3 ulangan, (3) Uji kemampuan rizobakteri indigenos dalam menekan perkembangan gejala antraknosa secara in vivo pada buah cabai merah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan, 3 ulangan, dan 3 unit percobaan, (4) Karakterisasi rizobakteri indigenos sebagai agens biokontrol terhadap C. truncatum. Hasil penelitian diperoleh 6 isolat rizobakteri indigenos yang potensial yaitu isolat LL13, BB32, ST34, KB23, KB34, dan BB25 yang berpotensi dalam mengendalikan penyakit antraknosa (C. truncatum) pada buah cabai merah. Isolat tersebut memiliki efektifitas penekanan penyakit dengan memperpanjang masa inkubasi sebesar 16,67-83,33%, menekan kejadian penyakit sebesar 33,33% - 63,33% dan keparahan penyakit sebesar 50,00% - 76,67%. Isolat tersebut memiliki kemampuan dalam menghasilkan siderofor dan enzim hidrolitik berupa enzim protease, kitinase, amilase, selulase, dan lipase. Hasil ini menunjukkan bahwa rizobakteri indigenos dari rizosfer tanaman cabai merah berpotensi digunakan sebagai agens biokontrol.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Haliatur Rahma, S.Si. M.P ; Prof. Dr. Ir. Darnetty, M.Sc |
| Uncontrolled Keywords: | Antraknosa ; cabai merah ; C. truncatum ; eksplorasi ; rizobakteri |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S1 Proteksi Tanaman |
| Depositing User: | S1 Proteksi Tanaman |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 07:42 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 07:42 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530327 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric