Diastanti, Yunita (2026) Pemodelan Spasial Kasus HIV Berdasarkan Kelompok Risiko dan Faktor Sosial Serta Ekonomi di Sumatera Barat Tahun 2021-2024. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (971kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (328kB) |
|
|
Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version Download (4MB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (256kB) |
|
|
Text (05. Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan spasial antara kasus HIV dengan kelompok risiko dan faktor sosial ekonomi serta mengidentifikasi variasi pengaruhnya antarwilayah di Provinsi Sumatera Barat. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain studi ekologi dilakukan pada 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat menggunakan data sekunder tahun 2021–2024 yang bersumber dari SIHA, SITB, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dan BPS. Data dianalisis menggunakan Global Moran's I dan Local Indicators of Spatial Association (LISA) untuk mengidentifikasi pola spasial, serta Geographically Weighted Regression (GWR) untuk menganalisis variasi pengaruh antarwilayah. Hasil penelitian didapatkan bahwa jumlah kumulatif kasus HIV di Sumatera Barat tahun 2021–2024 mencapai 7.260 kasus dengan tren yang terus meningkat. Analisis spasial global menunjukkan autokorelasi negatif yang signifikan sehingga mengindikasikan pola distribusi menyebar (dispersed), dengan dominasi klaster Low-High di sebagian besar wilayah. Hasil pemodelan GWR menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kasus HIV di seluruh kabupaten/kota. Selain itu, variabel WBP dan kemiskinan menjadi faktor signifikan di wilayah tertentu, seperti Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, dan Pesisir Selatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kasus HIV di Sumatera Barat menunjukkan autokorelasi spasial negatif yang signifikan dengan pola distribusi menyebar (dispersed) dan didominasi klaster Low High. Tingkat Pengangguran Terbuka merupakan faktor yang berpengaruh signifikan di seluruh kabupaten/kota, sedangkan WBP dan kemiskinan berpengaruh pada wilayah tertentu. Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi pencegahan HIV yang disesuaikan dengan karakteristik spasial setiap wilayah untuk mendukung perencanaan program yang lebih efektif.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Masrizal, SKM., M.Biomed; Ratno Widoyo, SKM., MKM., Ph.D |
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Spasial; Ekologi; Faktor Sosial Ekonomi; HIV; Kelompok Risiko |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan Masyarakat > S2 Epidemiologi |
| Depositing User: | S2 Epidemiologi Epidemiologi |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 07:40 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 07:40 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530318 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric