Mekanisme Pelepasan Minyak Nilam melalui Disrupsi Trikoma Glandular pada Proses Ekstraksi berbasis Energi Terserap

Syaviq, Nabilah Mukhni (2026) Mekanisme Pelepasan Minyak Nilam melalui Disrupsi Trikoma Glandular pada Proses Ekstraksi berbasis Energi Terserap. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (224kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (201kB)
[img] Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (163kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (214kB)
[img] Text (05. Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ukuran partikel dan daya microwave terhadap rendemen, mutu, dan kinetika ekstraksi minyak nilam (Pogostemon cablin Benth.), serta mengungkap mekanisme pelepasan minyak melalui hubungan antara energi terserap dan disrupsi trikoma glandular. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2×2 dengan faktor ukuran partikel (halus: <5 mm dan kasar: 5–50 mm) dan daya microwave (700 W dan 800 W), masing-masing diulang tiga kali. Ekstraksi utama dilakukan menggunakan MAE selama 4 jam, sedangkan ekstraksi Soxhlet dengan n-heksana dilakukan sebagai studi tambahan untuk membandingkan mekanisme pemanasan konduksi-konveksi. Parameter yang diamati meliputi rendemen, kapasitas kerja, warna, kadar patchouli alcohol (GC-MS), energi terserap (kalorimetri), morfologi trikoma glandular (SEM dan ImageJ), serta kinetika ekstraksi (model orde semu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel berpengaruh signifikan terhadap rendemen, kapasitas kerja, dan luas area proyeksi trikoma, sedangkan daya microwave dan interaksinya tidak berpengaruh nyata. Rendemen tertinggi diperoleh pada perlakuan partikel kasar daya 700 W (3,92%) dengan kadar patchouli alcohol 34,67–43,78% yang memenuhi SNI 06-2385-2006. Efisiensi penyerapan energi menurun dari 22% pada 700 W menjadi 19% pada 800 W, yang mengindikasikan bahwa peningkatan daya nominal tidak selalu diikuti oleh peningkatan energi aktual yang terserap. Analisis SEM membuktikan bahwa MAE menyebabkan disrupsi trikoma glandular yang lebih intensif dibandingkan Soxhlet, dengan penurunan luas area proyeksi hingga 76%. Uji korelasi Pearson dan regresi linear menunjukkan hubungan negatif yang kuat antara energi terserap dan luas area trikoma (r = –0,7809; p = 0,0027), dengan persamaan Y = 46.823 – 20.590X (R² = 0,6098). Perlakuan dengan energi terserap tertinggi (2,2541 MJ) menghasilkan disrupsi trikoma terbesar, rendemen tertinggi, dan konstanta laju ekstraksi orde semu pertama (k1) tertinggi sebesar 0,01389 menit–1. Model kinetika orde semu pertama terbukti lebih sesuai dibandingkan orde semu kedua untuk menggambarkan dinamika pelepasan minyak. Hasil ini membuktikan bahwa disrupsi trikoma glandular merupakan mekanisme utama pelepasan minyak nilam, dengan energi terserap sebagai faktor pengendali yang meningkatkan tingkat disrupsi, mempercepat kinetika ekstraksi, dan meningkatkan rendemen. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan teknologi ekstraksi minyak nilam yang lebih efisien dan selektif.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Dr. Azrifirwan, S.TP, M.Eng ; Dr. Omil Charmyn Chatib, S.TP, M.Si
Uncontrolled Keywords: disrupsi trikoma glandular; ekstraksi berbantuan gelombang mikro; energi terserap; kinetika ekstraksi; minyak nilam
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > S2 Teknik Pertanian dan Biosistem
Depositing User: S2 Teknik Pertanian dan Biosistem
Date Deposited: 22 Aug 2026 07:42
Last Modified: 22 Aug 2026 07:42
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530205

Actions (login required)

View Item View Item