Lubis, Lanni Marwini (2026) PENGARUH INTERVAL PEMANENAN TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS MADU LEBAH TANPA SENGAT SPESIES Heterotrigona itama. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (COVER & ABSTRAK)
01. COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version Download (273kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (270kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (194kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (269kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULL TEXT)
05. SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu interval pemanenan yang menghasilkan produksi dan kualitas madu lebah tanpa sengat spesies H. itama terbaik. Materi penelitian berupa 20 koloni lebah tanpa sengat H. itama yang dipelihara di Edufarm Fakultas Peternakan, sedangkan sampel penelitian ini berupa madu yang dipanen dari 20 koloni tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan (P1 = 4 minggu, P2 = 6 minggu, P3 = 8 minggu, P4 = 10 minggu, dan P5 = 12 minggu) dan 4 kelompok. Parameter yang diamati meliputi produksi madu (g), kadar air (%) dan kemanisan (°Brix), pH, dan warna (L*, a* dan b*). Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa interval pemanenan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air, kemanisan, pH serta warna kromatisitas a* dan b* madu, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap produksi dan warna kecerahan (L*) madu. Rataan produksi madu tertinggi secara numerik diperoleh pada interval pemanenan 8 minggu (775,00 ± 680,60 g), meskipun secara statistik tidak berbeda nyata dibandingkan interval lainnya termasuk interval 4 minggu (520,00 ± 245,59). Sementara itu, interval pemanenan 12 minggu menghasilkan kadar air terendah (29,62 ± 1,61%), nilai kemanisan tertinggi (69,26 ± 1,63 °Brix), pH terendah (3,99 ± 0,11), serta warna L* (16,97 ± 0,34), a* (‒0,74 ± 0,30), dan b* (1,97 ± 0,26). Berdasarkan efisiensi produksi dan kualitas madu yang dihasilkan, disimpulkan bahwa interval pemanenan 4 minggu merupakan perlakuan terbaik karena menghasilkan produksi madu yang hampir mendekati interval 8 minggu, dengan kualitas madu (kadar air 30,50 ± 1,33%, kemanisan 68,35 ± 1,32 °Brix, pH 4,05 ± 0,11) serta karakter warna L* (16,80 ± 0,75), a* ( ‒0,54 ± 0,22), b* (1,67 ± 0,98). Selain itu, interval 4 minggu memberikan efisiensi perputaran panen yang lebih cepat, karena dalam periode 12 minggu peternak dapat melakukan 3 kali pemanenan sehingga lebih produktif dan ekonomis bagi peternak.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Rusdimansyah, S. Pt, M. Si dan Prof. Dr. Ir. Khasrad, M. Si |
| Uncontrolled Keywords: | Lebah tanpa sengat; interval pemanenan; Heterotrigona itama; produksi madu; dan kualitas madu |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Fakultas Peternakan |
| Depositing User: | S1 Peternakan Peternakan |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 07:38 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 07:38 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530184 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric