Analisis Pertimbangan Hakim atas Penolakan Permohonan Cerai Talak di Pengadilan Agama Teluk Kuantan (Studi Penetapan Nomor 375/Pdt.G/2025/PA.Tlk)

Fatihah, Syifa Adani (2026) Analisis Pertimbangan Hakim atas Penolakan Permohonan Cerai Talak di Pengadilan Agama Teluk Kuantan (Studi Penetapan Nomor 375/Pdt.G/2025/PA.Tlk). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak .pdf - Published Version

Download (831kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (352kB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (251kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (241kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Perceraian dalam hukum perkawinan Indonesia menganut asas mempersulit perceraian guna menjaga keutuhan rumah tangga. Ketentuan tersebut diperkuat melalui Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2023 yang mensyaratkan adanya konflik yang tidak memungkinkan para pihak hidup rukun serta pisah tempat tinggal minimal enam bulan dalam perkara perceraian karena perselisihan dan pertengkaran terus-menerus, kecuali terbukti adanya kekerasan dalam rumah tangga. Penerapan ketentuan tersebut dalam praktik peradilan menimbulkan persoalan ketika hakim lebih menitikberatkan pada syarat administratif dibandingkan substansi keretakan rumah tangga. Permasalahan dalam penelitian ini meliputi: 1) Bagaimana pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Agama Teluk Kuantan dalam menolak permohonan cerai talak pada Penetapan Nomor 375/Pdt.G/2025/PA.Tlk dan 2) Bagaimana analisis Penetapan Pengadilan Agama Teluk Kuantan Nomor 375/Pdt.G/2025/PA.Tlk berdasarkan Teori Maslahah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Majelis Hakim menolak permohonan cerai talak karena dalil kekerasan dalam rumah tangga tidak terbukti dan para pihak belum memenuhi syarat pisah tempat tinggal selama enam bulan sebagaimana diatur dalam SEMA Nomor 3 Tahun 2023 dan 2) Berdasarkan Teori Maslahah, penetapan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kemaslahatan bagi para pihak karena lebih menekankan pada pemenuhan syarat formal berupa pisah tempat tinggal selama enam bulan dibandingkan substansi konflik rumah tangga yang telah menunjukkan adanya disharmonisasi, tekanan batin, persoalan nafkah, hingga dugaan kekerasan fisik. Penolakan permohonan cerai talak tersebut berpotensi memperpanjang konflik dan ketidaknyamanan dalam rumah tangga sehingga belum sepenuhnya sejalan dengan tujuan hukum Islam dalam mewujudkan kemanfaatan serta mencegah kemudaratan bagi para pihak.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Devianty Fitri, S.H., M.Hum.; Dr. Sri Aisyah, S.H.I., M.H.
Uncontrolled Keywords: Perceraian; Cerai Talak; Pertimbangan Hakim; Maslahah
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Hukum
Depositing User: S1 Hukum Hukum
Date Deposited: 22 Aug 2026 07:30
Last Modified: 22 Aug 2026 07:30
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530132

Actions (login required)

View Item View Item