Afifa, Ulya (2026) Fitoremediasi Kadmium pada Tanah Menggunakan Tanaman Akar Wangi (Chrysopogon zizanioides L.) dengan Penambahan Berbagai Jenis Biochar. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (214kB) |
|
|
Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (174kB) |
|
|
Text (Bab IV)
03. Bab IV.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (257kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Pencemaran tanah oleh kadmium (Cd) yang toksik dan persisten memerlukan teknologi remediasi yang efektif dan ramah lingkungan, salah satunya fitoremediasi menggunakan akar wangi (Chrysopogon zizanioides L.). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kondisi lingkungan tanah (pH, kelembapan, dan suhu) dan respons morfologi tanaman terhadap penyisihan dan bioakumulasi Cd (Translocation Factor dan Bioaccumulation Factor), serta mengevaluasi kinerja jenis biochar (sekam padi, tempurung kelapa, dan biopelet daun-ranting) dosis 2% (b/b) terhadap bioavailabilitas Cd dengan penambahan 1 mg/kg Cd. Pengamatan dilakukan selama 50 hari dengan tujuh variasi dalam rumah kaca. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Kondisi tanah pada pH basa (7,8–9,1), kelembapan (11%–45%), dan suhu (24–36°C). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada variasi 1 (tanaman+Cd) (125,5 cm). Penyisihan Cd tertinggi terjadi pada variasi tanaman tanpa biochar melalui fitoekstraksi yaitu 40%. Namun, yang menunjukkan kinerja bioakumulasi terbaik adalah variasi 2, yaitu akar wangi + biochar sekam padi (TF = 3,00; BAF = 1,24 (akumulator)). Akumulasi Cd dominan di batang (2,63 mg/kg), diikuti oleh akar (0,93 mg/kg) dan daun (0,34 mg/kg). Hal ini menunjukkan bahwa biochar tidak meningkatkan penyisihan total Cd, melainkan mengimobilisasi Cd melalui fitostabilisasi. Biochar tanpa tanaman memiliki konsentrasi Cd yang lebih rendah (0,5–2,1 mg/kg). Sedangkan, biochar dengan tanaman (1,6–7,05 mg/kg) dikarenakan peran eksudat akar dalam meningkatkan mobilitas Cd. Variasi perlakuan menunjukkan perbedaan signifikan terhadap konsentrasi Cd dan tinggi tanaman (p < 0,05), namun tidak terhadap parameter lingkungan (p > 0,05). Seluruh variasi belum memenuhi baku mutu US EPA (2002) sebesar 0,4 mg/kg.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Ir. Tivany Edwin, M.Eng ; Prof. Dr. Ir. Puti Sri Komala |
| Uncontrolled Keywords: | akar wangi; BAF; biochar; fitoremediasi; kadmium (Cd); TF |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | S1 Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 04:50 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 04:50 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530078 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]