Salsabila, Kishi Theola (2026) Praktik Sosial Balap Liar Sepeda Motor di Kubu Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (247kB) |
|
|
Text (Bab I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (343kB) |
|
|
Text (Bab IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version Download (133kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (104kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Balap liar sepeda motor di Kubu Gulai Bancah sudah berlangsung lama dan terus berulang meskipun penertiban rutin dilakukan oleh pihak kepolisian. Fenomena ini menunjukkan bahwa ada faktor-faktor yang lebih dalam yang memungkinkan praktik ini terus berlangsung sekaligus faktor yang mencoba merintanginya namun belum cukup efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek yang memungkinkan (enabling) dan aspek yang merintangi (constraining) terjadinya pengulangan praktik sosial balap liar sepeda motor di Kubu Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sembilan informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri dari enam informan pelaku dan tiga informan pengamat. Data dikumpulkan melalui observasi terlibat, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman. Teori yang digunakan adalah teori strukturasi Anthony Giddens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua aspek yang mempengaruhi keberlangsungan praktik balap liar sepeda motor, yaitu aspek constraining dan enabling. Aspek enabling terbagi menjadi dua, yaitu aspek enabling internal dan aspek enabling eksternal. Aspek enabling internal meliputi hobi dan ketergantungan, fungsi emosional sebagai pelarian, pencarian pengakuan sosial, mimpi dan pengembangan diri, solidaritas komunitas, serta pengetahuan mekanik dan skill. Aspek enabling eksternal meliputi sistem pemantauan lokasi, relasi dengan aparat, kondisi infrastruktur jalan, dan lemahnya efek jera penegakan hukum. Sementara aspek constraining meliputi razia polisi, sanksi hukum, tekanan keluarga, stigma masyarakat, risiko keselamatan, dan faktor ekonomi. Secara keseluruhan, aspek enabling terbukti bekerja lebih kuat sehingga balap liar terus berlangsung meskipun ada berbagai upaya penghentian.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Drs. Yulkardi, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Balap Liar, Praktik Sosial, Enabling, Constraining. |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | S1 Sosiologi Sosiologi |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 03:12 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 03:12 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529889 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric