Afifia, Ulfi (2026) Hubungan Antara Self-Compassion dengan Fear of Intimacy Pada Dewasa Awal dengan Orang Tua Bercerai. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (56kB) |
|
|
Text (Bab I Pendahuluan)
Bab I Pendahuluan Skripsi.pdf - Published Version Download (282kB) |
|
|
Text (Bab V Penutup)
Bab V Penutup.pdf - Published Version Download (25kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (280kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Pada fase dewasa awal, individu dihadapkan pada tugas perkembangan intimacy vs isolation, yaitu membangun hubungan yang dekat dan bermakna dengan pasangan dalam hubungan romantis. Namun, pengalaman perceraian orang tua dapat menjadi tantangan bagi dewasa awal dalam membangun kedekatan emosional yang dapat meningkatkan kecenderungan mengalami fear of intimacy. Self-compassion merupakan sikap penuh kasih terhadap diri sendiri ketika menghadapi pengalaman sulit yang diperkirakan mampu berperan penting dalam mengurangi fear of intimacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan self-compassion dengan fear of intimacy pada dewasa awal dengan orang tua bercerai. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif berupa analisis korelasi Pearson Product Moment. Penelitian ini melibatkan 384 dewasa awal dengan orang tua bercerai dengan menggunakan teknik voluntary sampling. Penelitian ini mengadopsi alat ukur Skala Welas Diri (SWD) dan alat ukur Fear of Intimacy Scale (FIS). Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-compassion dengan fear of intimacy pada dewasa awal dengan orang tua bercerai (r=-283, p=.000). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-compassion, maka semakin rendah fear of intimacy yang dimiliki oleh dewasa awal dengan orang tua bercerai dan begitu pula sebaliknya. Hal ini bermakna bahwa ketika dewasa awal dengan orang tua bercerai dapat menerima dan memperlakukan diri dengan baik saat menghadapi penderitaan, kekurangan, kegagalan tanpa menghakimi dirinya sendiri, maka ketakutan dan kecemasan untuk berbagi pikiran dan perasaan yang bermakna dengan pasangan dalam hubungan semakin rendah, begitu pula sebaliknya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Siska Oktari, M.Psi., Psikolog ; Mafaza, S.Psi., M.Sc |
| Uncontrolled Keywords: | Dewasa awal, fear of intimacy, orang tua bercerai, self-compassion |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Psikologi |
| Depositing User: | S1 Psikologi Psikologi |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 08:01 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 08:01 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529696 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]