Kebijakan Indonesia dalam Menerima Kesepakatan Tarif Perdagangan Dengan Amerika Serikat Tahun 2025

Akbar, Chalid Fajrul (2026) Kebijakan Indonesia dalam Menerima Kesepakatan Tarif Perdagangan Dengan Amerika Serikat Tahun 2025. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (545kB)
[img] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (672kB)
[img] Text (BAB V Kesimpulan)
BAB V Kesimpulan.pdf - Published Version

Download (470kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (471kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext Chalid Fajrul Akbar)
Skripsi Fulltext Chalid Fajrul Akbar.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat pada 2025 menempatkan Indonesia dalam tekanan perdagangan yang kompleks karena ancaman tarif 32 persen berpotensi mengganggu ekspor, sektor padat karya, dan stabilitas ekonomi domestik. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pembentukan kebijakan Indonesia dalam menerima kerangka kesepakatan perdagangan resiprokal dengan Amerika Serikat pada 22 Juli 2025. Penelitian ini menggunakan konsep Two-Level Games untuk menjelaskan keterkaitan antara negosiasi internasional dan penerimaan domestik, terutama melalui pembentukan win-set, ratifikasi informal, veto players, strategi negosiator, interaksi aktor lintas level, dan tekanan waktu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif eksplanatif dengan teknik studi kepustakaan. Data dikumpulkan dari dokumen resmi, laporan kebijakan, publikasi lembaga riset, artikel akademik, dan berita kredibel, lalu dianalisis melalui pengorganisasian data, pengkodean tematik, serta interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi terbentuk melalui tahapan tekanan eksternal, konsolidasi respons domestik, negosiasi bilateral, dan legitimasi politik. Indonesia menerima framework karena tarif 19 persen, meskipun tetap asimetris dan disertai konsesi luas, dinilai lebih dapat dipertahankan daripada risiko reaktivasi tarif 32 persen. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan kompromi defensif yang dibentuk oleh keterbatasan posisi tawar, perlindungan pekerja, kepentingan ekspor, dan kebutuhan menjaga ruang finalisasi perjanjian berikutnya.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Apriwan, S.Sos., M.A., Ph.D.; Silvi Cory, S.Pd., M.Si.
Uncontrolled Keywords: Indonesia; Amerika Serikat; tarif resiprokal; Two-Level Games; proses pembentukan kebijakan
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
J Political Science > JA Political science (General)
J Political Science > JC Political theory
J Political Science > JK Political institutions (United States)
J Political Science > JL Political institutions (America except United States)
J Political Science > JN Political institutions (Europe)
J Political Science > JQ Political institutions Asia
J Political Science > JX International law
J Political Science > JZ International relations
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Hubungan Internasional
Depositing User: S1 Hubungan Internasional
Date Deposited: 19 Aug 2026 04:53
Last Modified: 19 Aug 2026 04:53
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529645

Actions (login required)

View Item View Item