Strategi Pengembangan Industri Kecil Dan Menengah (Ikm) Pengolahan Hasil Laut (Studi Kasus: Kampung Bugis Dan Senggarang Kota Tanjung Pinang)

Lutfia, Lutfia (2026) Strategi Pengembangan Industri Kecil Dan Menengah (Ikm) Pengolahan Hasil Laut (Studi Kasus: Kampung Bugis Dan Senggarang Kota Tanjung Pinang). S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (576kB)
[img] Text (Bab I Pendahuluan)
Bab I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (357kB)
[img] Text (Bab VI Kesimpulan dan Saran)
Bab VI Kesimpulan dan Saran.pdf - Published Version

Download (320kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (350kB)
[img] Text (Fulltext tesis)
Full Tesis.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Industri kecil dan menengah (IKM) pengolahan hasil laut di Kampung Bugis dan Senggarang, Kota Tanjung Pinang, menghadapi permasalahan struktural yang bersifat sistemik dan multidimensi, mencakup fragmentasi kelembagaan, ketidakstabilan rantai pasok bahan baku, keterbatasan infrastruktur produksi, rendahnya mutu dan sertifikasi, lemahnya akses pasar, serta terbatasnya kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan merancang strategi pengembangan IKM pengolahan hasil laut yang mampu memetakan permasalahan secara menyeluruh sekaligus menyusun prioritas program pengembangan. Pendekatan yang digunakan memadukan Soft Systems Methodology (SSM) sebagai instrumen diagnostik dengan Interpretive Structural Modeling (ISM) sebagai instrumen penstrukturan program. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 49 pelaku IKM, observasi lapangan, dan analisis dokumen kebijakan daerah. Analisis gap berbasis skala Likert digunakan untuk mengukur kesenjangan antara kondisi nyata dan kondisi ideal pada setiap dimensi. Hasil SSM membentuk model konseptual dengan enam dimensi pengembangan: kelembagaan kolektif (D1), rantai pasok bahan baku (D2), infrastruktur produksi (D3), mutu dan sertifikasi (D4), akses pasar dan kemitraan (D5), serta kapasitas SDM dan tata kelola (D6). Analisis gap menunjukkan dimensi kelembagaan kolektif sebagai aspek paling kritis dengan nilai gap 3,50. Analisis ISM terhadap 13 program perubahan menempatkan program penguatan kelembagaan, rantai pasok, dan infrastruktur pada kuadran independent sebagai penggerak utama yang menjadi fondasi sistem. Penelitian menghasilkan strategi pengembangan bertingkat yang menjadi acuan implementatif bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan IKM yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Ir. Jonrinaldi, Ph.D.; Dr. Alexie Herryandie Bronto Adi, S.TP., M.T
Uncontrolled Keywords: IKM pengolahan hasil laut; Soft Systems Methodology; Interpretive Structural Modeling; strategi pengembangan; analisis gap
Subjects: T Technology > TS Manufactures
Divisions: Fakultas Teknik > S2 Teknik Industri
Depositing User: S2 Teknik Industri
Date Deposited: 22 Aug 2026 08:19
Last Modified: 22 Aug 2026 08:19
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529586

Actions (login required)

View Item View Item