Isolasi Jamur Endofit dari Tumbuhan Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) dan Uji Aktivitas Antibakteri

Apriyenita, Delvi (2026) Isolasi Jamur Endofit dari Tumbuhan Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) dan Uji Aktivitas Antibakteri. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (277kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (198kB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (176kB)
[img] Text (04. DAFTAR PUSTAKA)
04.Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (284kB)
[img] Text (05. SKRIPSI FULLTEXT)
05. SKRIPSI FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Resistensi antibakteri merupakan salah satu masalah kesehatan global yang menyebabkan penyakit infeksi semakin sulit diobati dengan antibiotik yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sumber antibakteri baru dari alam yang dihasilkan oleh jamur endofit dari tanaman Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.). Isolasi jamur endofit dilakukan dari bagian batang dan daun tanaman Bajakah asal Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur menggunakan metode tanam langsung dan metode tuang. Hasil isolasi jamur endofit diperoleh 15 isolat, terdiri atas 11 isolat dari batang dan 4 isolat dari daun. Jamur endofit yang diperoleh kemudian di kultivasi pada media beras dan diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat. Skrining aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat jamur endofit dilakukan dengan metode difusi agar terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Dari seluruh isolat tersebut, tiga isolat dengan aktivitas antibakteri tertinggi adalah SLB3, SLB10, dan SLD4. Isolat SLB3 memiliki zona hambat terhadap S. aureus dan MRSA masing-masing sebesar 21,37 ± 1,30 mm dan 15,83 ± 0,57 mm. Isolat SLB10 memiliki zona hambat sebesar 13,92 ± 0,95 mm dan 12,14 ± 1,16 mm, sedangkan isolat SLD4 sebesar 17,11 ± 0,59 mm dan 14,21 ± 0,24 mm. Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat SLB3, SLB10, dan SLD4 mengandung metabolit sekunder dari golongan alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, dan fenolik dengan komposisi yang berbeda pada masing-masing isolat. Identifikasi secara makroskopis, mikroskopis, dan molekuler mengungkapkan bahwa isolat SLB3 memiliki kekerabatan 62% dengan Paecilomyces variotii, isolat SLB10 memiliki kekerabatan 100% dengan Rhizopus microsporus, dan isolat SLD4 memiliki kekerabatan 97% dengan Aspergillus fumigatus. Berdasarkan hasil penelitian ini, jamur endofit yang diisolasi dari tanaman Bajakah berpotensi sebagai penghasil senyawa antibakteri, sehingga isolat aktif perlu diteliti lebih lanjut untuk memperoleh metabolit sekunder yang berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri baru

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. apt. Dian Handayani; Dr. apt. Rustini, M.Si
Uncontrolled Keywords: Resistensi antibiotik; antibakteri; Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus; Paecilomyces variotii; Rhizopus microsporus; Aspergillus fumigatus
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QR Microbiology
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: S1 Farmasi Farmasi
Date Deposited: 19 Aug 2026 05:31
Last Modified: 19 Aug 2026 05:31
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529476

Actions (login required)

View Item View Item