Kapasitas Organisasi Nurani Perempuan Kota Padang Dalam Pendampingan dan Advokasi Korban Kekerasan Seksual

Efirmansyah, Rian Efirmansyah (2026) Kapasitas Organisasi Nurani Perempuan Kota Padang Dalam Pendampingan dan Advokasi Korban Kekerasan Seksual. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (671kB)
[img] Text (BAB I)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (739kB)
[img] Text (BAB VI)
BAB VI.pdf - Published Version

Download (452kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (576kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kekerasan seksual terhadap perempuan merupakan persoalan serius yang membutuhkan respons kelembagaan yang kuat dan berkelanjutan. Dengan kondisi tersebut Kota Padang justru menjadi salah satu daerah yang belum membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) sebagaimana yang diwajibkan Undang-Undang No.12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Di tengah keterbatasan pemerintah dalam menyediakan layanan perlindungan yang memadai, organisasi masyarakat sipil seperti Nurani Perempuan Kota Padang hadir mengisi kekosongan tersebut melalui pendampingan dan advokasi korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas organisasi Nurani Perempuan Kota Padang dalam menjalankan fungsi pendampingan dan advokasi korban kekerasan seksual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Analisis kapasitas dilakukan menggunakan kerangka teori Debora Eade yang mencakup tiga dimensi utama, yaitu investing in people, investing in organisations, dan networks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas Nurani Perempuan berada pada kondisi yang tidak seimbang di antara ketiga dimensi tersebut. Pada dimensi sumber daya manusia organisasi hanya memiliki dua orang anggota aktif dengan sistem kaderisasi yang tidak terstruktur dan pelatihan yang bergantung sepenuhnya pada inisiatif eksternal. Pada dimensi organisasi, struktur formal tidak mencerminkan kondisi aktual, administrasi dan dokumentasi berlangsung secara minimal, dan pendanaan tidak stabil. Pada dimensi berjejaring, Nurani Perempuan justru menunjukkan kapasitas yang paling berkembang melalui jaringan enam mitra utama dan lima komunitas relawan yang tersebar di empat kecamatan Kota Padang

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Irawati, MA; Dr. Indah Adi Putri, M. IP
Uncontrolled Keywords: Kapasitas organisasi; Advokasi; Kekerasan Seksual; Pendampingan
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Politik
Depositing User: S1 Ilmu Politik
Date Deposited: 28 Aug 2026 03:50
Last Modified: 28 Aug 2026 03:50
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529454

Actions (login required)

View Item View Item