Hubungan Executive Function dengan Self-Regulation pada Remaja Pengguna TikTok

Darma, Aditia (2026) Hubungan Executive Function dengan Self-Regulation pada Remaja Pengguna TikTok. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (130kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (62kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (42kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (191kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Full E_Skripsi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penggunaan TikTok yang berlebihan oleh remaja dapat memunculkan kecenderungan perilaku problematic dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan indikasi dari rendahnya kemampuan self-regulation. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kemampuan self-regulation yaitu faktor kognitif, seperti executive function. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara executive function dengan self-regulation pada remaja pengguna TikTok. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan desain korelasional. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini yaitu 384 remaja pengguna TikTok yang diperoleh melalui metode pengambilan sampel nonprobability sampling dengan teknik convenience sampling. Executive function diukur dengan menggunakan skala Teenage Executive Functioning Inventory (TEXI) yang telah diadaptasi oleh Hendrawan dkk. (2025) dan self-regulation menggunakan skala Short Self Regulation Questionnaire (SSRQ) oleh Carey dkk. (2004). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara ketidakmampuan executive function dengan self-regulation pada remaja pengguna TikTok (r = -.665, p < .05). Berdasarkan skala TEXI, skor total yang tinggi menunjukkan tingkat ketidakmampuan executive function yang tinggi juga, hal tersebut berarti semakin rendah kemampuan executive function. Dengan demikian, semakin rendah kemampuan executive function yang dimiliki, maka semakin rendah kemampuan self-regulation pada remaja pengguna TikTok, dan begitu sebaliknya. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan executive function berkaitan dengan kemampuan self-regulation pada remaja pengguna TikTok.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Amatul Firdausa Nasa, M.Psi., Psikolog; Siska Oktari, M.Psi., Psikolog
Uncontrolled Keywords: executive function; remaja pengguna TikTok; self-regulation
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Psikologi
Depositing User: S1 Psikologi Psikologi
Date Deposited: 22 Aug 2026 04:55
Last Modified: 22 Aug 2026 04:55
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529162

Actions (login required)

View Item View Item